Breaking News:

Salam Pos Kupang

Dorong Penyintas Covid-19 Donor Plasma

SALAH satu cara pengobatan pasien Corona ( Covid-19) adalah menggunakan plasma convalescent

Dorong Penyintas Covid-19 Donor Plasma
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - SALAH satu cara pengobatan pasien Corona ( Covid-19) adalah menggunakan plasma convalescent. Di Nusa Tenggara Timur, terapi plasma convalescent telah diterapkan. Kebutuhan plasma convalescent pun meningkat seiring bertambahnya pasien Covid-19.

Plasma convalescent adalah plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh. Kemudian diproses dan diberikan kepada pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan.

Ketersediaan plasma darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT masih relatif sedikit. Per Kamis (28/1), PMI memiliki 154 kantong plasma darah. Rinciannya, 13 kantong golongan darah A, 61 kantong golongan darah B, 69 kantong golongan darah O, dan 11 kantong golongan darah AB.

Baca juga: Polsek Aimere Siapkan Sekolah Online Gratis Bagi Para Siswa, Ini Penjelasan Kapolres Ngada

Stok yang dimiliki PMI antara lain, golongan darah A ada 10 kantong, golongan darah B sebanyak 3 kantong, golongan darah O ada 6 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 1 kantong.

Tentunya ketersediaan stok plasma darah tidak sebanding dengan jumlah pasien Covid-19 yang menjalani perawatan. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, kasus Covid-19 di NTT tembus 5.000 pada Minggu (31/1). "Total kasus positif Covid-19 di NTT mencapai 5.039 kasus," sebut Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT di Kupang, David A Mandala.

Baca juga: Dandim Sumba Timur Perketat Pengawasan Dokumen Pelaku Perjalanan

Dari jumlah tersebut, total pasien yang sembuh menjadi 2.581 orang. Sedangkan pasien yang meninggal dunia menjadi 145 orang. Hingga kini sebanyak 2.313 pasien masih menjalani karantina dan perawatan.

Jumlah pasien Covid-19 akan terus bertambah karena hingga saat ini belum ada solusi paten yang ditawarkan pemerintah. Di sisi lain, sebagian besar masyarakat juga tidak mematuhi protokol kesehatan.

Masih ada masyarakat terlihat tidak memakai masker, tidak mencuci tangan dengan sabun serta tidak menjaga jarak. Selain itu ada warga tidak menghindari kerumunan. Sikap ketidakpatuhan seperti ini dapat berpotensi meningkatkan penyebaran Covid-19.

Kita berharap terapi plasma convalescent ini menjadi alternatif pengobatan pasien Covid-19 dan memberi haril yang baik. Oleh karena itu, kita fokus mendorong penerapannya lebih optimal.

Pemerintah daerah dan pihak terkait hendaknya terus mendorong pasien yang telah sembuh atau penyintas Covid-19 untuk secara sukarela mendonorkan plasma darahnya untuk digunakan pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan.

Penyintas Covid-19 tidak perlu takut. Membantu sesama adalah hal yang sangat mulia.

Sudah tentu, mendonor plasma darah pasti ada syarat dan kriterinya. Dengan demikian, tidak semua penyintas Covid-19 dapat mendonorkan plasma darahnya. Sebelum sampai mendonor, harus melewati proses pemeriksaan sehingga apabila diketahui belum memenui persyarata maka tidak bisa mendonor.

Kita perlu mendorong penyintas untuk bisa secara sukerela mendonor plasma darah.
Pemerintah melalui gugus tugas memilik data pasien Covid-10. Dengan data tersebut hendaknya bisa dibangun komunikasi agar menumbuhkan keyakinan diri penyintas untuk mendonor plasma.

Selain itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan sarana prasana dan fasilitas yang memadai agar bisa dilakukan donor plasma darah oleh penyintas Covid-19 di daerah masing-masing sehingga dimanfaatkan oleh pentintas Covid-19 untuk mendonorkan plasma darahnya. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved