Breaking News:

Penanganan Covid

Dandim Sumba Timur Perketat Pengawasan Dokumen Pelaku Perjalanan

Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko Siswanto, S.E,M.I.Pol memperketat pengawasan dokumen semua pelaku perjalanan

POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi Dr Dwi Joko, S.E,M.I.Pol dan Kasat Pol PP Sumba Timur, Gollu Wola,S.Pd saat berada di Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu untuk menjemput vaksin Covid-19, Sabtu (30/1/2021) 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU -- Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko Siswanto, S.E,M.I.Pol memperketat pengawasan dokumen semua pelaku perjalanan, dari dan ke Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. Upaya ini ditempuh dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah itu.

Dr. Dwi Joko menyampaikan hal ini kepada POS-KUPANG.COM di Waingapu, Senin (1/2/2021).

Menurut Dwi, adanya rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur melalui Dinas Kesehatan setempat terkait fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) yang boleh memberikan pelayanan bagi pelaku perjalanan.

Baca juga: Januari 2021, NTT Inflasi 0,40 Persen

"Ada beberapa Fasyankes yang direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan Sumba Timur untuk memberi pelayanan bagi pelaku perjalanan. Karena itu, kita akan perketat pengawasan terkait pelayanan dokumen yang dikeluarkan oleh Fasyankes kepada pelaku perjalanan," kata Dwi.

Dijelaskan, dalam rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan tertanggal 1 Februari 2021 itu,maka ada beberapa Fasyankes saja yang boleh memberikan pelayanan bagi pelaku perjalanan.

Baca juga: Pater Servulus Isaak SVD Tutup Usia, Ini Kesaksian Konfrater SVD Ruteng, Pater Wilfrid Babun SVD

Fasyankes itu, antara lain RSK Lindimara, RS Immanuel, Klinik Pratama Larissa dan Klinik Pratama Caesar Medika.

Dikatakan, dengan dikeluarkannya rekomendasi tersebut, maka dirinya telah memerintahkan kepada anggotanya yang bertugas baik di Bandara maupun di Pelabuhan Laut agar mengamankan dengan penegakkan disipilin protokol kesehatan.

"Saya perintahkan kepada anggota yang menangani pengamanan dan penegakan disiplin protokol kesehatan baik di Bandara maupun Pelabuhan Laut dan Penyeberangan untuk memeriksa keabsahan surat keterangan bagi pelaku perjalanan yang telah mendapatkan rekomendasi," tegas Dwi.

Sedangkan bagi pelaku perjalanan dari luar Sumba Timur, Dwi Joko mengatakan, pihaknya memiliki data Fasyankes yang memperoleh izin atau rekomendasi dari dinas Kesehatan masing-masing wilayah.

"Ini juga kita akan awasi sehingga tidak ada yang main-main dengan aturan tersebut. Intinya, pengawasan, pengamanan yang kami lakukan ini guna mencegah menghindari data palsu dari surat keterangan bagi pelaku perjalanan," katanya.

Dia berharap semua pelaku perjalanan bisa mematuhi aturan yang sudah ada demi kepentingan bersama, terutama kesehatan dan keselamatan bersama.

Untuk diketahui saat ini kasus positif Covid-19 di Sumba Timur sebanyak 284 kasus. Dari jumlah itu terjadi 12 kasus kematian atau meninggal dunia, 176 kasus dinyatakan sembuh dan sebanyak 96 kasus masih dirawat.

Sedangkan jumlah sampel yang dikirim untuk diperiksa secara PCR dan Test Cepat Molekuler (TCM) sebanyak 2.407 sampel, 1.974 sampel dinyatakan negatif, 361 kasus terkonfirmasi positif dan 72 sampel belum ada hasil.

Catatan Redaksi:
Bersama-kita lawan virus corona. POS-KUPANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 3M: Wajib memakai masker;
Wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan; Wajib mencuci tangan dengan sabun. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved