Breaking News:

Pemkab Belu Alokasikan Rp 22 M Tangani Covid-19

Pemkab Belu sudah mengaloksikan anggaran sebesar Rp 22 milyar lebih untuk penanganan Covid-19 tahun anggaran 2021

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Wakil Bupati Belu, Drs. J.T Ose Luan 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu ( Pemkab Belu) sudah mengaloksikan anggaran sebesar Rp 22 milyar lebih untuk penanganan Covid-19 tahun anggaran 2021.

Anggaran yang bersumber dari APBD 2021 tersebut dipergunakan untuk penanganan Covid-19, baik di bidang kesehatan, dampak ekonomi maupun jaring pengaman sosial (JPS).

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Belu, Drs. J.T Ose Luan didampingi Pj. Sekda Belu, Frans Manafe dan Plt. Kadis Kesehatan Kabupaten Belu, Florianus Nahak kepada wartawan usai memantau vaksin di Gudang Farmasi Dinkes Belu, Jumat (29/1/2021).

Baca juga: Cegah Transmisi Lokal - Pemkab Sumba Timur Perpanjang PPKM

Menurut Ose Luan, anggaran untuk penanganan Covid-19 tahun 2021 sudah disiapkan sekitar Rp 22 M lebih.

"Anggaran sudah disiapkan sekitar 22 miliar lebih. Sudah ada keputusan bupati," kata Ose Luan.

Lanjutnya, anggaran tersebut diploting untuk biaya kesehatan Rp 13 M, dampak ekonomi sekitar Rp 2,5 M, Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Rp 5 M dan kegiatan lainnya Rp 1,5 M.

Baca juga: Diancam Enam Tahun Penjara, Gadis yang Hina Petugas Kesehatan Ternyata Pelajar SMA

Ose Luan menuturkan pengalokasian anggaran sebesar Rp 22 M ini berdasarkan perencanaan dan perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Belu. Anggaran bisa cukup manakala setelah vaksin, trend kasus Covid-19 menurun. Sebaliknya, jika jumlah kasus naik maka anggaran yang sudah ada itu masih kurang. Meski demikian, pemerintah memiliki mekanisme dalam penganggaran keuangan seperti yang dikenal dengan sebutan realokasi dan refocusing anggaran.

"Semoga anggaran ini bisa cukup untuk menangani persoalan pandemi dan dampak Covid-19 di Kabupaten Belu. Ini masih kurang, kecuali kalau setelah vaksin ini, Covid-19 ini trendnya turun, kalau naik kita akan menyesuaikan, dilakukan lagi realokasi dan refocusing," terang mantan Sekda Belu ini.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Belu, Marsel Mau Meta menjelaskan, Pemkab Belu telah menyiapkan puyung hukum untuk penggunaan anggaran belanja tak terduga (BTT) dalam penanganan Covid-19.

Payung hukum yang dimaksud adalah Peraturan Bupati Belu nomor 1 tahun 2021 tentang tata cara penggunaan dana belanja tidak terduga untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu dan Keputusan Bupati Belu nomor 15 HK 2021 tentang pemanfaatan belanja tak terduga untuk penanganan Covid-19 di kabupaten Belu.

Menurut Meta, anggaran BTT Covid-19 tahun 2021 sebesar Rp 22 mliliar lebih. Rincian penanganan di bidang kesehatan Rp 13.2 M, dampak ekonomi Rp. 2,5 M, JPS Rp 5 M dan rencana lainnya 1,5M. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved