Dandim 1601 Sumba Timur Minta Jajarannya Sosialisasi 3M, 3T dan Vaksinasi Pada Masyarakat

Protokol kesehatan dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M) dan testing, tracing dan treatment (3 T).

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Dandim 1601 Sumba Timur Minta Jajarannya Sosialisasi 3M, 3T dan Vaksinasi Pada Masyarakat
Dandim 1601 Sumba Timur
Letkol Czi. Dr. Dwi Joko Siswanto, SE, M.I.Pol memberikan arahan kepada seluruh jajarannya soal pentingnya 3M,3T dan penerapan protokol kesehatan.

Dandim 1601 Sumba Timur Minta Jajarannya Sosialisasi 3M, 3T dan Vaksinasi Pada Masyarakat

POS-KUPANG.COM| WAINGAPU -- Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko Siswanto, S.E,M.I.Pol meminta seluruh jajarannya agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penerapan protokol dan vaksinasi Covid-19.

Protokol kesehatan dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M) dan testing, tracing dan treatment (3 T).

Dwi Joko menyampaikan hal ini, Rabu (27/1/2021).

Menurut Dwi, dirinya menekankan kepada seluruh jajaran agar memberi penjelasan atau pencerahan kepada masyarakat di masing-masing wilayah tugas mengenai 3M, 3 T .

"Saya tekankan kepada semua jajaran di Kodim 1601 Sumba Timur ini agar berikan penjelasan kepada masyarakat di desa binaan atau lingkungan kerja masing-masing. Penjelasan itu terutama soal protokol kesehatan, termasuk 3T. Lebih utama juga yakni vaksinasi Covid-19," kata Dwi.

Dijelaskan, untuk 3T juga perlu diketahui masyarakat, karena itu semua jajaran yang bertugas di desa terutama Babinsa/Prabinsa harus bisa menjelaskan secara baik dan benar.

Dia memberikan pengertian bahwa 3T, yakni Testing (pemeriksaan) bahwa setiap merasa ada gejala-gejala seperti batuk pilek dan berlanjut sampai sesak nafas dan hilang indra perasa (hidung, lidah) segera periksakan diri ke dokter/perawat/bidan/mantri kesehatan yang ada di desanya.

Lebih lanjut dikatakan, T kedua adalah tracing, atau pelacakan, yaitu dalam setiap berinteraksi atau berkumpul dalam lingkungannya tersebut minimal dalam waktu empat  hari harus dingat siapa saja orang  terlibat,  sehingga dapat  segera mengetahui apabila ada salah satu yang kemungkinan terpapar Covid-19. Sedangkan, 
Treatment (pengobatan) adalah jika ada yang terpapar maka harus ada pengobatan yang sesuai. Tidak ada lagi isolasi Mandiri. Melainkan harus ada pihak yang berwenang yang mengawasi.

Terkait vaksin Covid-19, Dwi mengatakan,  harus ada penjelasan atau sosialisasi  secara detail sehingga masyarakat mudah mengerti.

"Vaksin adalah usaha untuk menanggulangi wabah akibat virus. Vaksin adalah virus yang dilemahkan sehingga bila diberikan kepada seseorang, akan minimbulkan kekebalan pada Orang yang menerima vaksin," ujarnya.

Dandim mengatakan, saat ini ada   7 jenis vaksin Covid-19 yang telah ditemukan, yakni 1. Vaksin Covid-19 Oxford astrazeneca, 2. Vaksin Covid-19 China National Pharamaceutical Group Corporation (Sinopharam), 3.  Vaksin Covid-19 Moderna, 4. Vaksin Covid-19 Pfizer Biontech, 5. Vaksin Covid-19 Sinovac 6. Vaksin Covid-19 Novavax dan Vaksin Covid-19 yang Diproduksi PT. Bio Farma. 

"Tetapi Indonesia hanya menggunakan Vaksin Sinovac. Kenapa, karena dapat disimpan di suhu lemari es rumah yang suhunya sekitar 2-8 Derajat Celcius sehingga cocok," ujarnya.

Baca juga: SIMAK TERBARU Jadwal MotoGP 2021, Valentino Rossi Pernah Dilirik Suzuki Ecstar, Dihubungi Lewat Ini

Baca juga: DPRD Ngada Segera Usulkan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkot Kupang Lakukan Operasi Prokasih 

Dia menargetkan, sosialisasi tersebut dilakukan oleh Babinsa atau Prabinsa dan setiap orang ditargetkan bisa memberi penjelasan kepada 10 kepala keluarga.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru )

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved