Rusuh Mengancam Amerika Saat Pergantian Presiden AS, Washington DC Bisa Jadi Medan Perang
Perang saudara kemungkinan akan terjadi di ibu kota karena warga sipil pemegang senjata api di negara itu juga sangat banyak
Rusuh Mengancam Amerika Saat Pergantian Presiden AS, Washington DC Bisa Jadi Medan Perang
POS KUPANG.COM-- Rakyat Amerika kini menghadapi ancaman kerusuhan berskala besar di Ibu Kota Negara, Washington DC
Perang saudara kemungkinan akan terjadi di ibu kota karena warga sipil pemegang senjata api di negara itu juga sangat banyak
Hal ini berkaitan dengan lengsernya Donald Trump dari tahtanya sebagai seorang presiden.
Situasi Ibu kota Amerika Serikat (AS), Washington DC, serupa arena perang. Tentara bersenjata ada di mana-mana.
Pengetatan keamanan itu dilakukan menjelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden baru yang menggantikan Donald Trump, pada 20 Januari mendatang.
Baca juga: Asmara Kaesang dengan Felicia Tissue Makin Terang, Jokowi Kepergok Bersanding dengan Calon Besan
Baca juga: Dul Jaelani Menghilang Bikin Maia Cari, Si Bungsu Disemprot Saat Lakukan ini Dengan Tissa Biani
Baca juga: SINOPSIS Ikatan Cinta RCTI, Andin Menangis di Makam, Adelran Kaget , Siapa yang Meninggal?
Baca juga: Jadi Pelakor di Pernikahan Sarita Abdul Mukti & Faisal Haris,Elvi Sukaesi Malah Memuji Jennifer Dunn

Tidak boleh ada kerumunan massa, dan pandemi virus corona membuat kursi-kursi tamu pelantikan harus diberi jarak.
Pengambilan sumpah Joe Biden sebagai presiden ke-46 AS tampaknya akan berada dalam situasi berbeda dari pelantikan-pelantikan sebelumnya.
Washington DC biasanya dipenuhi ratusan ribu orang mulai dari selebriti, sosialita, hingga warga lokal, tetapi kini sangat sepi jelang hari besar Biden.
Kantor berita AFP mewartakan, ini adalah pengamanan terketat di Washington DC sejak serangan 11 September 2001.
Bukan tanpa alasan, karena sebelumnya terjadi kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari oleh massa pro-Trump, yang menghambat peresmian kemenangan Joe Biden di pilpres AS.
Sejak pendukung Trump menyerbu Capitol pada 6 Januari, aparat keamanan semakin siaga atas ancaman apa pun yang mengintai Biden serta pendukungnya.
Menjelang pelantikan, akses sebagian besar lalu lintas ke Washington DC diblokir.
Selama dua hari jembatan utama menuju ke sana juga ditutup.
Gedung Capitol, Gedung Putih, dan gedung-gedung utama lainnya akan dibarikade dan dijaga lebih dari 20 ribu personel Garda Nasional bersenjata.