Rusuh Mengancam Amerika Saat Pergantian Presiden AS, Washington DC Bisa Jadi Medan Perang
Perang saudara kemungkinan akan terjadi di ibu kota karena warga sipil pemegang senjata api di negara itu juga sangat banyak
Di pelantikan presiden AS sebelumnya, sekitar 1 juta orang menyaksikannya langsung di ibu kota, tetapi kali ini tidak akan begitu.
Dinas Pertamanan Nasional akan menutup National Mall, ruang terbuka hijau antara Capitol dan Lincoln Memorial.
Sebagai gantinya, lahan luas itu akan dipasangi 200 ribu bendera.
Sudah menjadi tradisi bahwa anggota parlemen, pejabat tinggi, hakim Mahkamah Agung, dan para pejabat lainnya akan berkumpul di depan Grand West Capitol Hill, Rabu (20/1/2021).
Namun karena kewajiban social distancing, jumlah tamu mungkin akan dikurangi dan acara berlangsung tertutup.
Doa-doa dari para pemimpin gereja tetap dipanjatkan.
Di sela-sela sesi, Lady Gaga akan membawakan lagu kebangsaan Amerika Serikat.
Jennifer Lopez juga bakal tampil.
Ada pula pembacaan puisi oleh penyair Afro-Amerika Amanda Gorman (22) yang membawakan karyanya.
Pada tengah hari, Hakim Agung John Roberts akan memberikan sumpah jabatan kepada Biden.
Kemudian wakil presiden Kamala Harris akan disumpah oleh Hakim Sonia Sotomayor.
Akan tetapi prosesi ini tidak akan diiringi tepuk tangan meriah seperti biasanya, karena orang-orang hanya bisa menyaksikannya melalui layar televisi.
Secara tradisi seharusnya presiden yang digantikan serta para mantan presiden menghadiri pelantikan presiden baru, sebagai simbol peralihan kekuasaan secara demokratis.
Tahun ini eks presiden Bill Clinton, George W Bush, dan Barack Obama akan hadir, sedangkan Jimmy Carter mengingat usianya yang sudah 96 tahun akan menyaksikan dari rumah.
Namun tidak akan ada sosok Donald Trump di pelantikan Joe Biden.