Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang : Episenter Gempa Bumi Majene 2021 Memicu Tsunami

Sesar Naik Mamuju (Mamuju thrust). Namun saat itu pusat gempa berada di laut sehingga menimbulkan tsunami. 

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang : Episenter Gempa Bumi Majene 2021 Memicu Tsunami
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Kupang, Margiono, S.Si, Senin (11/1/2021).

Pada tujuh hari ke depan juga terdapat prospek pertumbuhan awan konvektif (Cumulonimbus) bercampur dengan awan konvektif lainya dengan tingkat kerapatan Occasional (OCNL) sekitar 50-75 persen di atas wilayah  Aceh dan Sumatera Utara, Samudra Hindia sebelah barat Sumatera, Sumatera Selatan, Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, perairan selatan Pulau Jawa, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan Laut Jawa. Perairan Selat Makassar, sebagian besar Sulawesi, Laut Sulawesi, Kepulauan Halmahera dan Kepulauan Maluku. 

Serta potensi pertumbuhan awan CB dengan tingkat kerapatan Frequent (FRQ) diatas 75 persen terjadi di atas wilayah Riau, Kepulauan Riau, perairan Natuna, Bangka Belitung, perairan utara Kepulauan Halmahera. 

Prakiraan potensi pertumbuhan awan konvektif periode Desember 2020-Januari 2021 yang menghasilkan gangguan penerbangan berpotensi pada sebagian besar wilayah Indonesia bagian tengah hingga bagian timur. 

Wilayah paling berpotensi pertumbuhan awan konvektif terbesar terjadi di sekitar wilayah NTB hingga NTT pada periode tersebut. 

BMKG juga memprakirakan potensi gelombang tinggi periode 15 - 24 Januari 2021 yaitu dengan ketinggian 2.5–4.0 meter (Rough Sea) berpeluang terjadi di Perairan barat Lampung, Selat Sunda bag.barat dan selatan, Perairan selatan Pulau Jawa, Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan NTB, Laut Natuna, Perairan Kep. Anambas, Perairan timur Kep. Bintan - Kep. Lingga, Laut Jawa bagian Timur, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi, Perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud,Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua. 

Selanjutnya tinggi Gelombang 4.0–6.0 meter (Very Rough Sea) berpeluang terjadi di Perairan utara Kepulauan Natuna dan tinggi Gelombang lebih dari 6.0 meter (Extrem Sea) berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara. 

Baca juga: Buka Muswil VI PKB NTT, Muhaimin : Produk Politik PKB Pusat Hingga Daerah Harus Spirit Humanis

Baca juga: Puluhan Nakes di Manggarai Terpapar Covid-19, Ini Yang Disampaikan Ketua DPRD, Matias Masir

Baca juga: Progres Pengerjaan SPAM IKK Ile Boleng, AMPERA Flotim Pertanyakan Aliran Dana Rp 1 Miliar Lebih

Jadi untuk saat ini di dalam periode puncak musim hujan ini, masyarakat dihimbau utk tetap terus mewaspadai potensi multi-bencana hydrometeorologi, gempabumi dan tsunami.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved