Breaking News:

Serangan ASF di Sikka Mulai Ganas Ternak Babi Milik Warga dan Kelompok di 3 Desa di Nelle Mati

Virus African Swine Fever ( ASF) semakin mengganas dan mulai menyerang ternak babi milik warga dan kelompok masyarakat di tiga desa di Kecamatan Nelle

Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
PK/RIS
Camat Nele Nicolaus Emanuel 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE-Virus African Swine Fever ( ASF) semakin mengganas dan mulai menyerang ternak babi milik warga dan kelompok masyarakat di tiga desa di Kecamatan Nelle, Kabupaten Sikka.

Ternak babi yang mati karena ASF di Nelle tersebar di Desa Nelle Barat, Nelle Lorang dan Manubura.

Saat ini, peternak babi mulai cemas karena belum ada vaksinnya.

Peternak hanya berharap ada bantuan penyemprotan dari dinas teknis.Camat Nelle, Nicolaus Emanuel kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Jumat (15/1/2021) sore menjelaskan, sudah ada 100 ternak babi warga dan kelompok masyarakat yang mati.

Baca juga: HAKLI Kabupaten TTU Gelar Pelantikan dan Pengukuhan Badan Pengurus Periode 2021/2025

"Awalnya di Desa Nelle Barat serang virus babi ini mulai masuk ke Nelle Lorang dan Manubura. Kami kuatir ternak babi di Kecamatan Nelle bisa terserang ASF. Saya sudah minta semua kades data dan lapor ke kecamatan.Kami dari kecamatan sudah lapor ke dinas biar ada penanganan," kata Camat Nelle.

Ia mengatakan, warga dan kelompok masyarakat yang punya ternak babi sudah menyampaikan babi mereka yang mati 2 sampai 3 ekor per-hari.

Baca juga: 11 Pejabat Divaksin di RSUD SK Lerik Kupang, Wali Kota dan Wawali Terhambat Usia

"Satu warga dan kelompok ada 2 sampai 5 ekor. Semua ternaknya mati," papar Camat Nelle.

Ia mengaku saat ini vaksin belum ada sehingga peternak hanya meminta kandangnya disemprot sehingga virusnya tidak menyerang ternak babi yang lainnya.

"Saya sudah minta kades kalau ada babi warga yang mati jangan di buang sembarang atau di kali," papar Camat Nelle.

Ia mengungkapkan, virus babi ini adalah penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved