Breaking News:

11 Pejabat Divaksin di RSUD SK Lerik Kupang, Wali Kota dan Wawali Terhambat Usia

Pemerintah Kota Kupang mencanangkan pelaksanaan Vaksin Covid-19 di RSUD SK Lerik Kupang

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Pencanangan vaksin covid-19 di kota RSUD SK Lerik Kota Kupang, Jumat (15/1/2021). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Kota Kupang mencanangkan pelaksanaan Vaksin Covid-19 di RSUD SK Lerik Kupang.

Pada termin I hari ini ada 11 orang yang divaksin terlebih dahulu yaitu Kasdim 1604 Letkol Inf Sugeng Prihatin, Asisten I Setda Kota Kupang, Agus Ririmasse, Asisten III, Yanuar Dally, Kepala Kejaksaan Tinggi, Dju Johnson Mira Mangngi, Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P T Binti, Kepala BNNP NTT, Isnaeni Ujiarto, Sekretaris Dinas Kesehatan, Rudy Priyono, Kabag Prokompim, Ernest S Ludji, Ketua Karang Taruna, Stenly Boymau, Dokter Jessy Julian Mila Meha dan Dokter Joanita A M Anny Tukan.

Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man, menyampaikan syukur karena selama 9 bulan dihebohkan dengan covid-19, hari ini bisa dilakukam vaksinasi di Kota Kupang.

Baca juga: Makanan Enak Harga Terjangkau, Hanya di Pasar Senggol Aston Kupang Hotel

Hari ini, kata Herman, kasus covid-19 di kota Kupang sudah mencapai 1290. Kasus sembuh hanya 485, angka kesembuhan di kota Kupang ini angka kesembuhan yang paling rendah di NTT.

"Apalagi bila dibandingkan dengan angka nasional dan angka kematian kita tidak berbeda jauh dengan nasional," tuturnya.

Baca juga: Kaum Milenial Ende Diajak Berkoperasi

Disebutkannya, saat ini ada 796 OTG yang tengah melakukan isolasi mandiri. Ini menimbulkan keprihatinan yang menyebabkan baik pemerintah pusat maupun lokal melakukan berbagai tibdakan untuk menegakkan protokol kesehatan.

"Jadi ilmunya 3M, ditambah 3T, lalu ditambah vaksinasi. Tiga-tiganya kalau dijumlah covid harus nol, itu rumusnya. Namun saya katakan vaksinasi bukan segala-galanya," katanya

Ia mengatakan vaksinasi hanya satu bagian upaya untuk memproteksi. Ada yang pro, ada yang kontra, ada yang bilang hak asasi manusia.

"Tapi kita tidak mendiskusikan hal itu hari ini. Kalau mau disuntik dan memenuhi syarat mari disuntik, tapi kalau saya dan pak wali tidak bisa disuntik karena tahap pertama ini untuk usia 18 sampai 59 tahun," ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih pada 11 pejabat yang telah bersedia dan rela divaksin hari ini.
Ada tiga meja yang disiapkan dan meja kedua menentukan bisa atau tidak untuk divaksin.

Karena ada 15 pertanyaan yang diajukan, pada prinsipnya selain usia, penerima vaksin tidak boleh mempunyai penyakit penyerta atau komorbid serta tenso darah saat itu tidak boleh lebih dari 140.

Jika semuanya lolos barulah dilakukan vaksin dengan suntikan intramuskular.

Setelah 11 pejabat maka akan dilanjutkan dengan tenaga kesehatan sekira 2000 nakes swasta dan pemerintahan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved