Ketua Sinode GMIT Pdt Mery Kolimon : Refleksi Pasca Vaksinasi Covid-19

Ketua MS GMIT, Pdt Dr Mery Kolimon merupakan salah satu dari beberapa orang yang mendapat vaksin Covid-19 pada hari pertama di NTT

Editor: Hermina Pello
zoom-inlihat foto Ketua Sinode GMIT Pdt Mery Kolimon : Refleksi Pasca Vaksinasi Covid-19
Pdt Mery Kolimon
Ketua MS Sinode, Pdt Mery Kolimon divaksin Covid-19 pada hari pertama pelaksanaan vaksin COoid-19 di Nusa Tenggara Timur

Saya menerima daftar screening yang harus saya jawab untuk menguji diri sendiri apakah saya siap menerima vaksin.

Ada daftar panjang pertanyaan tentang sejumlah hal yang perlu dicermati.

Dijelaskan dalam daftar itu bahwa orang-orang yang pernah terpapar Covid, sedang hamil dan menyusui, sesak napas, batuk pilek, riwayat alergi, punya penyakit kelainan darah, penyakit jantung, autoimun, saluran pencernaan kronis, hipotiroid autoimun, kanker, gula darah/diabetes melitus, dan penyakit paru (seperti asma dan TBC) tidak dapat menerima vaksin.

Untuk memastikan apakah saya bisa dapat vaksin, saya segera berkonsultasi dengan sejumlah dokter yang sebelumnya pernah membantu saya dengan analisa hasil check up.

Pdt Mery Kolimon diperiksa kesehatannya sebelum mendapatkan Vaksin Covid-19 pada hari pertama pelaksanaan Vaksin Covid-19 di Nusa Tenggara TImur
Pdt Mery Kolimon diperiksa kesehatannya sebelum mendapatkan Vaksin Covid-19 pada hari pertama pelaksanaan Vaksin Covid-19 di Nusa Tenggara TImur (Pdt Mery Kolimon)

Saya mendapat dukungan luar biasa dari seorang kawan epidemiolog, seorang kawan dokter di Maumere, juga dokter di Kupang dan di Denpasar.

Saya bersyukur setiap enam bulan melakukan pemeriksaan kesehatan sehingga kawan-kawan dokter itu lebih mudah melakukan analisa terhadap kondisi saya.

Karena itu saya ingin mendorong semua orang melakukan cek up rutin di fasilitas kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

Sebab dalam situasi seperti sekarang, hasil cek up seperti itu dibutuhkan.

Selain itu saya berkoordinasi dengan kawan-kawan MSH GMIT dan pimpinan PGI di Jakarta mengenai pandangan mereka tentang vaksin.

Beberapa kawan merasa ragu, namun sebagian besar mendorong saya untuk menerima vaksin.

Terutama pimpinan MPH PGI di Jakarta dan sejumlah kawan ketua majelis sinode beberapa gereja di grup WA pimpinan gereja anggota PGI sangat mendukung saya menerima vaksin, dengan catatan harus memastikan kondisi kesehatan saya baik berdasarkan konsultasi dengan dokter.

Adik saya yang perawat memberi pertimbangan berdasarkan laporan pelaksanaan vaksinasi dengan Sinovac di Brasil. Menurut informasi yang dia peroleh, bagi individu yang sudah divaksin apabila positif covid-19, 100% tidak mengalami gejala berat, 78% mengalami gejala ringan-sedang.

Artinya bagi yang sudah divaksin kalau pun kena Covid-19 tidak sampai dirawat.

Hal-hal itu memberi saya kekuatan untuk menerima vaksin. Suami dan anak-anak saya juga ikut mencari informasi di internet untuk menjadi dasar pertimbangan bersama kami.

Masih Belajar Mencermati Reaksi Tubuh terhadap Vaksin

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved