Tim SAR Temukan 40 Kantong Jenazah

pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di periaran Kepulauan Seribu, sudah sebanyak 40 kantong jenazah yang telah ditemukan Tim SAR

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS TV
Sriwijaya Air 

Sesekali Henri mengambil teleskop, melihat jauh ke arah perairan Kepulauan Seribu yang tenang. Henri menyimpulkan, kondisi laut di Kepulauan Seribu Senin kemarin sangat tenang. Kondisi air di sekitaran lokasi jatuhnya pesawat SJ-182 sudah kembali jernih setelah sebelumnya terjadi anomali disebabkan avtur atau bahan bakar pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh.

"Debris yang saya sampaikan kemarin seperti minyak atau mungkin kotoran laut akibat impact keluar semua itu sekarang sudah mulai turun dan terlihat dari atas sudah bersih, tidak ada perbedaan warna yang mencolok seperti kemarin," jelas Henri.

Selama kurang lebih dua jam, Tim terus mengelilingi perairan Pulau Laki, dari barat ke timur, begitu juga sebaliknya. Penelusuran di sekitaran Pulau Laki berlangsung sebanyak kurang lebih 15 kali. Jarak tempuh yang telah dilewati kurang lebih 16 kilometer kali 12 kilometer.

Hingga akhirnya Henri memutuskan untuk menyudahi pencarian."Kita terbang selama dua jam. Kita sudah mencapai coverage 10 kali 6 mil, kira-kira ada 16 kilometer kali 12 kilometer yang kita ambil. Untuk hari ini cukup, besok kita teruskan," kata Henri.
Pesan Khusus Henri untuk Keluarga Korban

Henri mengungkapkan, dari pencarian udara Senin kemarin tidak ada catatan khusus. Bila ada, hanya terkait perubahan arah mata angin, pergerakan air laut dan anomali akibat avtur yang sudah tidak lagi ada.

"Tidak ada catatan. Saya melihat mereka juga masih bekerja dan mudah-mudahan black box bisa segera ditemukan," kata Henri.

Henri meyakini, karena permukaan air di Kepulauan Seribu sudah jernih, visibilitas para penyelam yang mencari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menjadi lebih baik. "Saya yakin bahwa visibility di bawah lebih bagus dari hari kemarin karena nampak dari atas lebih jernih dibandingkanhari pertama yang kita lihat kemarin," jelas Henri.

Setelahnya Henri memohon agar keluarga para korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 untuk bersabar. Dia sekaligus meminta para keluarga korban untuk bersabar dan terus berpasrah kepada Yang Maha Kuasa.

"Saya agak berat untuk bisa menyampaikan bahwa bagi keluarga korban kami mohon kesabarannya dan ketabahannya, karena bagaimanapun kita harus berpasrah diri dengan kondisi seperti ini," ucap Henri.

Henri turut berharap agar mereka yang menjadi korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menjadi syuhada. Pihak keluarga dan kerabat diharapkan mampu mengikhlaskan.Semua ini, kata Henri, adalah rencana dari Yang Maha Kuasa. Henri sekaligus meyakinkan para anggota keluarga korban bahwa dirinya bersama tim akan terus melakukan pencarian di perairan Kepulauan Seribu.

"Kami bagian dari tim pertolongan tidak akan pernah menyerah untuk terus mencari (pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dan para korban) sampai kapanpun, sampai perintah itu dihentikan," tegas Henri.

"Kami yakinkan bahwa kami dari aparat selalu siap sedia dan terus untuk mencari dan membantu sedapat mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga korban khususnya. Dan bagi negara pada umumnya," sambung Henri.

Pencarian Black Box

Jelang petang, Senin (11/1) kemarin Tim SAR Gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, KNKT, terlihat sibuk di area dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara.Di dermaga JICT 2 dijejerkan hasil penyisiran di sekitaran titik dugaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, yakni di antara Pulau Laki dan Pulau Pancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Sekira pukul 17.00, hasil penyisiran didapati puluhan serpihan ditengarai bagian dari pesawat. Terdapat bagian-bagian yang terlihat tidak lagi utuh. Selain itu hasil penyisiran juga mendapati kurang lebih 41 kantong jenazah.Setelah temuan dijejerkan, tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan pengecekkan terhadap serpihan pesawat.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved