Tim SAR Temukan 40 Kantong Jenazah

pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di periaran Kepulauan Seribu, sudah sebanyak 40 kantong jenazah yang telah ditemukan Tim SAR

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS TV
Sriwijaya Air 

"Jadi tidak berlarut-larut. Mereka (petugas yang lakukan pencarian) yang kerja di sana lagi mencari juga tidak terlalu capek, itu harapannya seperti itu ya," kata Inda.

Inda menjelaskan awal mula keluarganya menerima kabar jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 itu. Semula, Inda dan keluarga tak percaya bahwa Didik yang berprofesi sebagai kapten pilot NAM Air itu ada dalam daftar manifes penumpang pesawat.

"Dari awal saya, kakaknya (Didik) yang cewek benar-benar enggak percaya. 100 persen enggak percaya. Karena setau kami adik saya di NAM Air sebagai kapten pilot di sana," kata Didik.

Rasa tidak percaya itu masih kuat dalam diri Inda Gunawan. Namun belakangan Inda mulai merasa khawatir lantaran informasi itu masih mengganjal dalam hatinya.

Mohon Keluarga Bersabar

Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi bersimbah keringat menuruni Helikopter EC-725 Caracal, Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (11/1).

Dengan nada sumbang Henri mengabarkan kepada awak media bahwa pencarian serpihan dan jenazah para korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Perairan Kepulauan Seribu dari udara nihil.

"Target utama untuk mendapatkan sesuatu namun tidak kita dapatkan hari ini. Tapi tidak masalah, kita berupaya selalu untuk menjaga soliditas," ucap Henri di hadapan awak media.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan Helikopter EC-725 Caracal tail number HT7025 dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja untuk menjalankan misi search and rescue (SAR) pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Titik awal eksplorasi dimulai dari bagian timur menyisir ke bagian barat perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Target utama Operasi SAR menggunakan Helikopter EC-725 Caracal pada Senin kemarin adalah menemukan jenazah para korban pesawat SJ-182. Pencarian melalui udara ini dipimpin langsung oleh Henri Alfiandi.

Helikopter EC-725 Caracal lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma pukul 14.00 WIB. Sesuai misi, helikopter super canggih yang dilengkapi kamera forward looking infrared (FLIR) itu langsung melesat menuju Pulau Laki.

Pencarian dilakukan dari ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (MDPL). Sebelum tiba di Pulau Laki, Tim SAR terlebih dulu menyusuri perairan di sekitar Tanjung Priok -Tanjung Pasir."Kita tracking di sini dan kita mencari pecahan yang kita curigai," ujar Henri.

Namun pencarian jenazah para korban dan serpihan-serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di titik ini berujung nihil. Tidak membuahkan hasil apapun. Pencarian berlanjut. Tim SAR yang dipimpin Henri kemudian menyusuri perairan sepanjang jalan menuju Pulau Laki.

Penerbangan Helikopter EC-725 Caracal dalam operasi SAR pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menggunakan teknik ladder searching. Sepanjang pencarian dari jalur udara, Henri terus mengamati pergerakan air laut di Kepulauan Seribu.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved