Breaking News:

Salam Pos Kupang

Butuh Keteladanan Pemimpin

KURANG lebih sudah satu tahun dunia dilanda pandemi Covid-19. Kita semua ketakutan, seperti menunggu saatnya saja untuk mati

Butuh Keteladanan Pemimpin
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - KURANG lebih sudah satu tahun dunia dilanda pandemi Covid-19. Kita semua ketakutan, seperti menunggu saatnya saja untuk mati karena keganasan virus asal Wuhan China itu. Itu bukan ketakutan kosong.

Berdasarkan data worldometers.info, Rabu (6/1/2020), virus corona telah menginfeksi 86.833.587 orang di seluruh dunia dan merenggut kehidupan 1.875.467 jiwa. Bahkan saat ini dikabarkan muncul berbagai varian baru Covid-19 yang dikhawatirkan bakal lebih ganas lagi.

Namun, di tengah keganasan serangan virus tersebut, pemerintah dan ilmuwan di berbagai negara tidak tinggal diam. Mereka berupaya secepat mungkin menemukan obat bahkan vaksin untuk menangkal serangan virus ini melalui proses pengujian ilmiah.

Baca juga: Cukong Politik, Demokrasi dan Bonum Commune

Sejauh ini Indonesia baru mendapat kiriman vaksin dari China bernama Sinovac. Tidak lama-lama, Pemerintah Indonesia mulai mendistribusi vaksin tersebut ke daerah-daerah di Indonesia untuk selanjutnya terus sampai di puskesmas.

Kini Pemerintah hanya menunggu pemeriksaan oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan persetujuan Majelis Ulama Indonesia. Begitu dua lembaga ini mengesahkan penggunaan vaksin tersebut, maka vaksinasi akan langsung dilakukan.

Baca juga: Minta Bantuan Ternak Babi

Menurut pemerintah, diperkirakan dua minggu lagi vaksinasi mulai dilakukan di puskesmas-puskesmas.

Namun, di tengah cepatnya pemerintah menyediakan vaksin Covid-19 ini masih ada keraguan di tengah masyarakat soal keampuhan vaksin-vaksin yang tersedia untuk mencegah penularan Covid-19.

Soalnya, berseliweran juga informasi-informasi yang meragukan efektivitas vaksin tersebut. Sebagai akibatnya, ada yang menyatakan menolak untuk divaksin.

Pertanyaannya, apakah kita mau hidup atau mau agar Covid-19 ini terus memakan korban? Mungkin kita perlu membuang jauh-jauh rasa takut. Kita seyogianya percaya kepada pemerintah dan prosedur ilmiah yang telah ditempuh untuk mendapatkan vaksin ini.

Untuk diketahui vaksin Sinovac ini sudah diujicobakan juga pada sejumlah warga di Bandung Jawa Barat sekitar 6 bulan lalu. Salah satunya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang terbukti saat ini masih sehat.

Berdasarkan hasil uji coba itulah kemudian negara produsen dalam hal ini China memutuskan untuk menggunakan Sinovac ini sebagai vaksin untuk virus Covid-19. Apanya lagi yang kita takutkan?

Dalam kondisi masyarakat ragu dan takut untuk disuntik vaksin, kita membutuhkan keteladanan para pemimpin. Presiden Jokowi sudah menyatakan kesiapannya untuk menjadi orang pertama menerima suntikan vaksin. Kita harapkan keteladanan seperti ini diikuti para pemimpin di daerah-daerah, termasuk di NTT. Kita yakin ketika melihat pemimpinnya berani, masyarakat pun tidak akan takut dan ragu menerima suntikan vaksin Covid-19.(*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved