Ketua MUI, Abdul Kadir Makarim: Jaga Toleransi
Ketua MUI Provinsi NTT, H Abdul Kadir Makarim berharap perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan dengan penuh hikmah, aman dan damai
POS-KUPANG.COM - KETUA Majelis Ulama Indonesia ( Ketua MUI) Provinsi NTT, H Abdul Kadir Makarim berharap perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan dengan penuh hikmah, aman dan damai.
Menurut Makarim, NTT yang kaya akan suku, agama dan RAS telah terkenal akan toleransi yang tinggi. Antarumat beragama tetap saling menghargai dan menghormati saudara-saudara lain dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinan yang dianut.
"Jadi, umat yang tidak merayakan turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan. Karena NTT tinggi akan toleransi," ujar Makarim di Kupang, Rabu (23/12/2020).
Baca juga: Eddy Hiariej jadi Wakil Menteri Hukum
"Dalam kondisi dan isu apapun NTT harus tetap rukun dan damai dalam menjalani kehidupan di tanah Flobamorata ini. Saya tidak bosan-bosannya menyerukan kerukunan kedamaian bagi Flobamora tercinta," ucapnya.
Terpisah, Ketua Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi) Provinsi NTT, Indra Effendy berharap umat Kristiani merayakan Natal dan Tahun Baru dengan menerapkan protokol kesehatan.
Baca juga: Chelsea Islan: Pesan Menyentuh
"Perayaan kebahagiaan dari teman-teman Kristiani yang dijalankan bertepatan dengan situasi yang sulit saat ini, dapat dijalankan dengan mematuhi protokol kesehatan, tanpa mengurangi makna Natal dan Tahun Baru, sehingga berjalan dengan lancar dan aman," ujar Indra.
Menurut Indra, dari Keuskupan maupun GMIT sudah mengeluarkan imbauan bagi umat/jemaat Kristiani.
"Situasi di masa pandemi Covid-19 ini, kita menjaga diri sendiri, keluarga maupun orang lain," katanya.
"Saya hanya bisa mengimbau sebagai sesama umat beragama, khususnya dari umat Budha, agar menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru bagi teman-teman Kristiani, kami umat Budha tetap mengedepankan toleransi kerukunan dan sama-sama menjaga situasi di Kota Kupang maupun di NTT, supaya bisa tetap kondusif, agar teman-teman kristiani yang menjalankan perayaan ini berjalan dengan khidmat, tanpa kurangi arti dan makna natal," tambah Indra. (yen/cr6)