Natal Dimasa Pandemi, Gereja Pniel Oebobo Ikuti Protokol Kesehatan Pemerintah dan SOP GMIT
dua buah tempat cuci tangan disediakan agar Jemaat yang datang untuk beribadah bisa langsung mencuci tangan sebelum memasuki gedung gereja.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Natal Dimasa Pandemi, Gereja Pniel Oebobo Ikuti Protokol Kesehatan Pemerintah dan SOP GMIT
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Gereja Pniel Oebobo merayakan Natal tahun ini dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.
Hal ini diungkapkan Wakil Sekretaris Majelis Jemaat Pniel Oebobo, Penatua Mesker Lakapu pada Rabu (23/12/2020).
"Untuk Gereja Pniel ini, kita juga tetap mengikuti ketentuan protokol kesehatan dari pemerintah, dan juga kita mengikuti SOP-nya Sinode GMIT," kata Mesker.
Terlihat dari arah pintu masuk, dua buah tempat cuci tangan disediakan agar Jemaat yang datang untuk beribadah bisa langsung mencuci tangan sebelum memasuki gedung gereja.
Di halaman gereja tersedia juga tenda yang nantinya akan disusun kursi - kursi bagi yang tidak mendapat tempat duduk di dalam gedung. Kursi - kursi yang ada di halaman gereja belum diatur.
Selain itu, hand sanitizer juga disediakan bagi para jemaat.
"Jadi, semua kita berpijak dari itu, bahwa kegiatan ibadatnya tetap dilaksanakan tapi dengan pertimbangan sederhana. Dilaksanakan dengan sesedeehana mungkin," jelasnya.
Untuk salam - salaman saat ibadat, pihak gereja juga menganjurkan memakai salam sehat dengan dua tangan ditangkupkan sambil menoleh ke jemaat yang ada di sekeliling untuk menghindari kontak fisik.
Lanjut Mesker, sebagai umat Kristen, kerinduan dalam perayaan Natal, terlepas dari kondisi saat ini, adalah saling memaafkan dan berbagi kasih dan menghayati dengan benar kasih Tuhan kepada umatNya.
Secara organisasi gereja, Mesker juga berharap, setiap Jemaat memahami dengan baik dalam masa - masa pandemi ini mungkin ada maksud Tuhan untuk kita terus ada dalam masa ini.
"Ini satu peristiwa yang diinginkan Tuhan, artinya yang orang bilang, dalam perkenanan Tuhan kita mengalami situasi ini supaya kita lebih lagi memahami tentang makna Natal yang sebenarnya itu bagaimana Tuhan datang dalam kesederhanaan" ujar Mesker.
Baca juga: Cantik, Seksi , Tajir Tapi Para Kekasih Jatuh ke Pelukan Wanita Lain, Ternyata ini Kriteria Agnes Mo
Baca juga: Guru SMP Negeri 1 Nggaha Ori Angu, Sumba Timur Berhasil Raih Karya Tulis Terbaik Kelas Guru Pintar
Baca juga: DWP Kabupaten Malaka Gelar Latihan Kepemimpinan Bagi Anggota
Baca juga: Anak-anak Kiwil Ternyata Malu dengan Ayahnya yang Gemar Poligami dan Nikahi Janda Muda
"Tuhan Yesus datang itu Dia meninggalkan segala kemewahan pribadi Yesus sebagai pewaris takhta Allah, sebagai Anak Allah Yang Tunggal, Tuhan Yesus tinggalkan itu dan datang sebagai seorang hamba untuk melayani kita. Lahir di kandang yang hina artinya itu dalam kesederhanaan jadi bahwa kita mau menyikapi peristiwa sekarang ini yang sebelum pandemi kita penuh dengan hura - hura, sukacita dan kegembiraan yang meluap - luap, bahkan ada pesta pora, kali ini kita memaknai betul bahwa Tuhan Yesus datang itu dalam suasana sederhana bahkan tidak ada tempat baginya untuk lahir," pungkasnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi)