Terkini Nasional
MENGEJUTKAN! Ada 20.868 Kotak Amal di 12 Daerah, Polisi Duga Untuk Dana Kelompok Teroris
Polisi Ungkap Cara Kelompok Jamaah Islamiyah Cari Pendanaan, Berikut Pendapatan Anggota & Kotak Amal
POS KUPANG, COM - MENGEJUTKAN! Polisi mengungkapkan metode pendanaan yang digunakan oleh kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI).
Terdapat sekitar 20.068 kotak amal yang diduga tersebar di 12 daerah untuk mendanai kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI).
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, anggota kelompok yang memiliki pekerjaan tetap harus menyisihkan sebagian pendapatannya untuk mendanai kegiatan kelompok tersebut.
"Anggota JI yang sudah bekerja, berbagai profesi, ada penjual bebek, penjual pisang goreng, penjual apa, 5 persen disisihkan kemudian dikirim ke JI Pusat," ungkap Argo, di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2020).
Kemudian, Argo menuturkan, uang yang dikumpulkan digunakan untuk membiayai anggota jaringan JI di seluruh Indonesia yang belum memiliki pekerjaan.
Baca juga: Warga Biatabang di Ternate Selatan Alor Serasa Baru Merdeka Pada November 2020
Baca juga: PANAS, Soal Harga Diri, China Diprediksi Bakal Lengserkan AS Soal Dominasi di Luar Angkasa
Baca juga: Sifat Teddy Saat Jumpa Rizky Febian Diungkap Sule Mangkir dan Tega Lakukan Ini, Rekasi Putri Delina?
Baca juga: Maksi Masan Terpilih Menjadi Ketua PGRI Flores Timur
Baca juga: APES Lengser dari Presiden, Donald Trump Ditolak Tetangga Tinggal di Palm Beach-Florida! Bikin Susah
Selain itu, metode pendanaan lainnya bagi kelompok tersebut adalah dari Yayasan One Care. Argo menuturkan, polisi masih mendalami yayasan tersebut.
Metode terakhir adalah pengumpulan dana menggunakan kotak amal.
"Kotak amal yang terdaftar resmi yang dipasang di berbagai macam tempat atau lokasi yang mudah dilihat oleh orang," ucap Argo.
Sebelumnya polisi mengungkapkan, terdapat 20.068 kotak amal yayasan yang diduga untuk mendanai kelompok JI.
Bersumber dari keterangan seorang tersangka, kotak amal itu diduga tersebar di 12 daerah. Untuk itu, polisi bakal berkoordinasi dengan Kementerian Agama.
Baca juga: Warga Biatabang di Ternate Selatan Alor Serasa Baru Merdeka Pada November 2020
Baca juga: PANAS, Soal Harga Diri, China Diprediksi Bakal Lengserkan AS Soal Dominasi di Luar Angkasa
Baca juga: Sifat Teddy Saat Jumpa Rizky Febian Diungkap Sule Mangkir dan Tega Lakukan Ini, Rekasi Putri Delina?
Baca juga: Maksi Masan Terpilih Menjadi Ketua PGRI Flores Timur
Baca juga: APES Lengser dari Presiden, Donald Trump Ditolak Tetangga Tinggal di Palm Beach-Florida! Bikin Susah
Hingga saat ini, polisi memperkirakan terdapat 6.000 anggota kelompok JI yang masih aktif.
Menurut polisi, sel teroris jaringan JI diduga turut menyembunyikan tokoh penting JI yakni Taufik Bulaga alias Upik Lawanga dan Zulkarnaen.
"Dia (Zulkarnaen) dibantu oleh sel-sel jaringan mereka di setiap kota. Yang bersangkutan juga dibiayai oleh sel jaringan tersebut yang memberi bantuan, maupun juga ada dari JI pusat," ujar Argo.
Adapun Zulkarnaen yang merupakan otak dalam peristiwa Bom Bali I ditangkap di daerah Lampung pada 10 Desember 2020. Sementara, Upik Lawanga ditangkap di rumahnya di Lampung pada 23 November 2020.
Menurut polisi, Upik ahli dalam membuat bom serta senjata api rakitan, sementara Zulkarnaen memiliki kemampuan sebagai arsitek untuk peristiwa teror bom.