Kasus Bupati Alor NTT vs Perwira TNI, Pangdam IX/Udayana : Kita Sudah Bicara, Sudah Aman
Kasus Bupati Alor NTT vs Perwira TNI, Pangdam IX/Udayana : Kita Sudah Bicara, Sudah Aman
Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
Kasus Bupati Alor NTT vs Perwira TNI, Pangdam IX/Udayana : Kita Sudah Bicara, Sudah Aman
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menegaskan persoalan antara Bupati Alor NTT Amon Djobo dan Kasi Log Korem 161 Kupang, Kolonel CPI. Imanuel Yoram Dionisius Adoe telah selesai.
Apa yang terjadi antara Amon Djobo dan Kolonel Adoe pada beberapa waktu lalu hanya merupakan persoalan kesalahpahaman belaka.
"Sudah, sudah bicara. Sudah aman. Kita akan selesaikan dengan baik, kita sama sama aparat pemerintah, itu kan hanya salah paham biasa itu," ujar Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menjawab wartawan usai melakukan pertemuan di ruang kerja gubernur, Kantor Gubernur NTT, Jumat (18/12) siang.
Baca juga: Positif Covid 19, Gadis Cantik yang Diisukan Jadi Pacar Ariel NOAH Lakukan Ini di Tempat Tidur, Apa?
Jenderal lulusan Akademi Militer tahun 1992 itu mengatakan, setelah dilakukan komunikasi antara para pihak, hal tersebut tidak menjadi masalah. "Ternyata setelah komunikasi tidak ada masalah," tambah Mayjen Maruli.
Ketika ditanya terkait proses hukum yang telah berjalan hingga penetapan status tersangka pada 16 Desember 2020 lalu, Jenderal yang berpengalaman dalam Infanteri dan Detasemen Tempur Cakra ini mengatakan hal tersebut juga bukan merupakan masalah.
Baca juga: Gagal Dekati Istana Negara, Massa Aksi Demo 1812 Dihalau Hingga Tanah Abang
"Nggak ada masalah, dulu waktu diajukan (laporan polisi), orangnya belum komunikasi. Ternyata setelah komunikasi ternyata salah paham, yak kan biasa itu, nggak ada masalah itu," tambahnya.
Jenderal bintang tiga itu juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang memfasilitasi pertemuan itu. "Ada gubernur, kalo bapak gubernur bilang beres, berarti beres," kata jenderal 50 tahun itu.
Mayjen TNI Maruli mengatakan, dengan selesainya persoalan tersebut maka para pihak akan membuat statemen. "Biar beliau buat statemen di wilayahnya, sudah saya tanyakan tidak ada masalah," pungkas Mayjen Maruli.
Terkait hal itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, karena Pangdam IX/Udayana melihat hal tersebut sebagai kesalahpahaman maka para pihak sepakat berdamai.
Gubernur Laiskodat mengelak ketika ditanya terkait fasilitasi yang dilakukan pihaknya. "Tidak ada fasilitasi, itu apa namanya, setelah ada pertemuan baik, panglima melihat bahwa ada salah paham jadi ingin berdamai," kata Gubernur Laiskodat usai mengantar Pangdam Maruli.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak bersama rombongan tiba di ruang kerja Gubernur NTT sekitar pukul 11.00 Wita. Selain Pangdam Maruli, rombongan juga terdiri dari para pejabat utama Kodam IX/Udayana, Danrem 161 Wita Sakti Brigjen Samuel Petrus Hehakaya serta para pejabat Korem Wirasakti.
Pertemuan mediasi bersama Bupati Alor Amon Djobo yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dan para staf ahli itu berlangsung tertutup.
Bupati Alor, Provinsi NTT, Amon Djobo sebelumnya dilaporkan ke Polda NTT dan resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penghinaan terhadap perwira TNI Angkatan Darat pada 16 Desember 2020.
Bupati Alor NTT Tersangka Kasus Dugaan Penghinaan Perwira TNI AD