Pantai Nanganesa Ende Terkikis Banjir Warga Sentil Proyek Normalisasi Kali
Pantai Nanganesa Kecamatan Ndona Kabupaten Ende beberapa hari lalu terkikis banjir dari kali Nanganesa Wolowona
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | ENDE - Pantai Nanganesa Kecamatan Ndona Kabupaten Ende beberapa hari lalu terkikis banjir dari kali Nanganesa Wolowona.
Warga resah, jika tidak ditangani secara baik, maka banjir susulan bisa mengancam permukiman warga, juga bangunan Taman Firdaus yang hanya berjarak 10 M dari bibir pantai.
Dami M, warga Nanganesa kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (12/12/2020), mengatakan, selain tambang liar batu dan pasir di muara, proyek normalisasi juga jadi pemicu terjadinya banjir.
Baca juga: Kabar Gembira: 24 Pasien Covid-19 di Belu Sembuh
Menurut Dami proyek normalisasi kali hanya bergerak ke hulu di belakang pasar Wolowona. "Harusnya ke muara juga diperhatikan. Kalau tidak salah panjang normalisasi tiga ratus meter," ungkapnya.
Dami mengaku tidak mengetahui apakah proyek normalisasi sudah selesai atau belum.
"Tidak ada papan proyek normalisasi, jadi kita tidak tau. Harapan warga semoga normalisasi juga bergerak ke muara," ungkapnya.
Baca juga: Lagi Satu Tim Kampanye di Sumba Timur Positif Covid-19
Sebelumnya diberitakan POS-KUPANG.COM, Pantai Nanganesa Kecamatan Ndona Kabupaten Ende terkikis oleh banjir dari kali Nanganesa Wolowona, Jumat (4/12/2020).
Pantauan pepohonan di pinggir pantai tumbang terkikis banjir dan hanyut ke laut. Warga sekitar pun beramai-ramai datang menyaksikan kejadian tersebut.
Sejumlah warga mengeluhkan, pantai Nanganesa terkikis oleh banjir akibat tambang liar di area muara kali Nanganesa Wolowona.
Bahkan menurut warga, banjir tersebut, telah mengakibatkan adanya aliran air baru di Pantai Nanganesa.
Damianus Manans, di lokasi kejadian, menuturkan, mereka sangat kaget ketika melihat banjir dari kali Nanganesa Wolowona bergerak ke arah timur dan menghanyutkan pepohonan di pinggir pantai.
Seharusnya, kata Damianus, aliran air bergerak lurus ke arah laut. "Ini bahaya kalau biarkan. Sudah ada aliran baru ini. Kalau sewaktu-waktu terjadi banjir besar bisa sampe ke permukiman warga dan bangunan Firdaus dekat pantai," keluh Dami.
Dami menjelaskan, aliran baru tersebut disebabkan adanya tambang liar batu dan pasir di sekitar muara, yang mana lokasi galian batu dan pasir sudah dalam sehingga mengakibatkan banjir leluasa menerobos dan mengikis pantai.
Pantauan ada sejumlah tumpukan batu sekitar muara yang menurut Dami digali oleh warga. "Ini tanpa ijin, tambang liar ini tapi berbahaya," kata Dami.
Dami mendesak Pemerintah Desa Nanganesa dan Pemda Ende agar secara memerhatikan kondisi di Pantai Nanganesa. "Buat Peraturan Desa, misalnya supaya jangan lagi tambang batu pasir di sini," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pantai-nanganesa-ende-terkikis-banjir-warga-sentil-proyek-normalisasi-kali.jpg)