Pantai Nanganesa Ende Terkikis Banjir Warga Sentil Proyek Normalisasi Kali
Pantai Nanganesa Kecamatan Ndona Kabupaten Ende beberapa hari lalu terkikis banjir dari kali Nanganesa Wolowona
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
Hal senada diungkap Rosalia De So, pengelola bangunan Firdaus. Bangunan yang biasa digunakan sebagai tempat acara atau pertemuan baik instalasi pemerintah maupun swasta itu letaknya tidak jauh dari pantai.
Dia menyebut warga sekitar kali menggali batu dan pasir sesuka hati di muara kali Nanganesa Wolowona.
"Setiap hari warga mengambil batu dan pasir untuk dijual ke proyek-proyek tanpa melihat dampak lingkungan. Kalau sudah begini siapa yang bertanggunng jawab," keluh Ros.
Ia berharap dan meminta Kepala Desa Nanganesa untuk membuatkan suatu Perdes ( Peraturan Desa) yang melarang warga untuk menggali batu dan pasir di areal muara Nanganesa tersebut.
"Kami harap Pemerintah Desa segera mengambil langkah tegas dengan melarang warga untuk tidak lagi menggali batu dan pasir di areal muara tersebut," tegasnya.
Ia juga berharap Pemerintah Desa dan Kabupaten untuk mengatasi abrasi tersebut, karena jarak bangunan Firdaus hanya sekitar 10 meter saja dari bibir pantai.
"Apabila tidak segera atasi dan ditanggulangi maka akan berahkibat fatal bagi Bangunan FIRD tersebut," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Nanganesa, Isakh Ismail, langsung menghubungi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ende, Frans Lewang untuk meminta bantuan alat berat berupa Exavator untuk membuka jalur air di muara sehingga tidak mengalir ke bangunan Firdaus Nanganesa.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pantai-nanganesa-ende-terkikis-banjir-warga-sentil-proyek-normalisasi-kali.jpg)