Tawuran Antarpendukung di Malaka Sepeda Motor Dibakar
Terjadi tawuran antarpendukung Calon di Malaka meletus di Dusun Weleun, saling lempar batu dan kejar-kejaran, sepeda motor dibakar
POS-KUPANG.COM - Terjadi tawuran antarpendukung Calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka meletus di Dusun Weleun, Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah, Kamis (10/12) sekitar pukul 12.15 Wita. Saling lempar batu dan kejar-kejaran pun terjadi. Sejumlah sepeda motor dibakar.
Peristiwa ini berawal dari saling klaim menang, kemudian berlanjut konvoi kendaraan merayakan kemenangan.
Sejak Kamis pagi, pendukung pasangan Simon Nahak-Kim Taolin (Paket SN-KT) dan pendukung pasangan Stefanus Bria Seran-Wendelinus Taolin (Paket SBS-WT) melakukan pawai kemenangan.
Baca juga: NEWS ANALYSIS Dr Ahmad Atang Pengamat Politik: Publik Jenuh
Pendukung Paket SN-KT berkumpul di Sekretariat SN-KT di Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah. Sekretariat Paket SN-KT di pinggir jalan negara arah Kupang. Sedangkan pendukung Paket SBS-WT terkonsentrasi di Sekretariat Paket SBS-WT di Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman.
Iring-iringan kendaraan pendukung kedua paslon bergerak dari timur, dari Kobalima, Malaka Tengah menuju sekretariat masing-masing. Adapun massa pendukung Paket SBS-WT dari arah Timur yang hendak ke Haitimuk harus melintasi Bakiruk.
Baca juga: Kapolda NTT Minta Calon Jangan Ciptakan Euforia Berlebihan
Pada saat itu, pendukung Paket SN-KT meluber hingga menutupi jalan. Pengendara yang melintas harus berhati-hati. Pertemuan antarpendukung dua paslon itu memicu keributan. Terjadi kejar-kejaran dan saling lempar batu. Beberapa unit motor dirusaki.
Berkat kesigapan aparat keamanan, situasi tersebut dapat terkendali.
Barang bukti tersebut diamankan Satlantas Polres Malaka. Aparat keamanan terutama jajaran Brimob terlihat siaga di sekretariat SN-KT dan juga di beberapa titik di jalur utama arah Kupang.
Pendukung yang sebelumnya berada di Sekretariat Paket SN-KT dan Sekretariat Paket SBS-WT telah membubarkan diri. Saat pulang mereka dikawal aparat keamanan.
Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno, SH melalui Kabag Ops, Kompol Jance Seran, SH mengatakan, kejadian di Dusun Weleun, Desa Bakiruk merupakan tidak ada sangkutpautnya dengan Pilkada.
"Saya mau tegaskan bahwa itu kejadian kriminal murni dan tidak ada hubungan dengan Pilkada. Kejadiannya berupa perusakan motor oleh oknum warga yang ada di lokasi," tandas Jance.
Menurut Jance, saat itu beberapa warga melintas di area Sekretariat paket SN-KT dan terjadi saling lempar dan merusaki kendaraan bermotor.
Ia menyebut ada lima motor yang menjadi korban, tiga di antaranya rusak berat. "Sekarang barang bukti berupa 5 unit yang dirusaki oknum warga sudah diamankan di Satlantas Polres Malaka," jelasnya.
Jance mengatakan, pihaknya sudah menemui tim paslon masing-masing untuk tidak boleh ada lagi pengumpulan massa. Masing-masing pihak diminta menahan diri sampai penetapan paslon oleh KPU Malaka.
"Ini bukan lagi kampanye dan jangan kumpul massa dan para tim sudah sampaikan ke massa. Massa juga sudah bubar sejak siang hari dan dikawal anggota sampai kampung halaman. Saat ini suasana sudah kondusif dan kita siagakan beberapa anggota di kedua jalur jalan dekat sekretariat kedua paslon," terang mantan Kapolsek Oebobo Polresta Kupang ini.
Ia mengimbau warga untuk tidak lagi datang ke sekretariat paslon walaupun demi urusan ucapan selamat . Biarlah suasana ini tetap aman sampai pada penetapan paslon terpilih oleh rakyat sesuai jadwal.
"Imbauan kita tetap taati protokol kesehatan. Berdiam diri di rumah karena ini bukan masa kampanye lagi tapi menunggu hasil Pilkada soal siapa yang akan ditetapkan nanti," ujarnya. (yon)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/barang-bukti-kendaraan-bermotor.jpg)