Pilkada Serentak
Waspada Serangan Fajar Menjelang Pilkada 2020
PELAKSANAAN pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 tinggal hitung hari. Kini, telah masuk pada masa tenang.
Untuk menghentikan tindakan seperti ini, perlu kesadaran kolektif dari rakyat. Harus dimulai dari diri sendiri. Seperti menjadi intelijen demokrasi. Yang memata-matai para pelaku politik kotor. Bahkan menjadi pengadilan bagi diri sendiri. Menjadi orang pertama yang berani menolak segala macam tawaran dengan iming-iming tertentu. Kita juga harus menjadi informan yang bisa melaporkan segala bentuk praktik politik kotor ke pihak berwajib.
Dan, pemberi informasi untuk mengingatkan ke sesama warga, jika menemukan adanya tanda-tanda praktik politik yang tak seperti biasanya, yang tidak berdasarkan konstitusi. Jika cara ini dilakukan secara total dan berkesinambungan, maka ke depan, demokrasi kita lebih baik. Paling kurang masyarakat yang selama ini memilih apatis bisa aktif dan terlibat dalam politik. Dengan harapan mereka akan melakukan politik santun dan benar yang bisa diwariskan ke generasi Bangsa Indonesia.
Dengan cara seperti ini pula kita dapat melahirkan pemimpin yang siap mengabdi untuk kepentingan rakyat. Yang bekerja untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan keluarga, kelompok dan tim sukses.
Semoga Pilkada 2020, menjadi momentum yang tepat untuk melahirkan pemimpin yang siap mengabdi untuk rakyat. Yang siap bekerja untuk melakukan perubahan di daerahnya masing-masing.*