Breaking News:

Pengungsi Balita Kekurangan Suplemen

Pengungsi yang menempati posko korban erupsi Gunung Ile Lewotolok kekurangan berbagai kebutuhan

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif dan Danrem 161 Wirasakti Brigjen TNI, Samuel Petrus Hehakaya mengunjungi para pengungsi erupsi Ile Lewotolok di Lapangan Kantor Bupati lama, Selasa (1/12/2020) 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA -Pengungsi yang menempati posko korban erupsi Gunung Ile Lewotolok kekurangan berbagai kebutuhan, di antaranya kasur dan selimur serta suplemen untuk balita dan lansia.

Hal ini diungkapkan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur saat mendampingi Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif dan Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya di Lapangan Posko Kantor Bupati lama, Selasa (1/12/2020).

Menurut Bupati Sunur, pemerintah daerah masih berupaya memenuhi kebutuhan warga yang berada di lokasi evakuasi. Ia menyebut, jumlah warga yang dievakuasi akibat erupsi Ile Lewotolok di atas 5.000 jiwa.

Baca juga: Bukit Persaudaraan di Sumba Timur, Densius Terpesona Hamparan Sawah Unik

Meski tenaga medis juga terus melakukan pemantauan kesehatan terhadap warga yang dievakuasi, Bupati Sunur mengaku masih kekurangan paramedis untuk menangani warga terdampak.

"Pemerintah sendiri sudah berencana membuka lowongan tenaga outsourching yang khusus bekerja selama masa darurat bencana ini," ujarnya.

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif mengatakan, kehadirannya bersama Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI, Samuel Petrus Hehakaya sebagai wujud kepedulian musibah Gunung Lewotolok.

Baca juga: Tim Satgas Covid-19 Sumba Barat Terus Awasi 16 Pasien Positif Virus Corona

"Kehadiran kami juga atas perintah Kapolri dan Panglima TNI. Kita mau lihat apa-apa yang kurang dan kebutuhan apa saja," ujarnya.

Ia berharap bantuan kemanusiaan yang disalurkan TNI-Polri bisa membantu korban erupsi Ile Lewotolok.

"Bantuan sifatnya pendahuluan dan akan berlanjut," katanya.

Irjen Lotharia memerintahkan Kapolres Lembata untuk menindak tegas oknum-oknum tak bertanggungjawab yang memanfaatkan situasi musibah ini untuk kepentingan pribadi.

Terpisah, Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lembata sedang melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk membantu pengungsi.

"Sampai siang ini, kami sudah koordinasikan bantuan dari berbagai pihak untuk mereka yang berada di pengungsian," kata Thomas, Senin (30/11).

Menurut Thomas, sudah lebih dari 4.000 warga dari 14 desa di kawasan sekitar Gunung Ili Lewotolok telah meninggalkan desa mereka dan mengungsi ke daerah-daerah aman. Mereka tidak saja menempati posko yang disiapkan pemerintah di daerah Nubatukan, tetapi juga di rumah-rumah penduduk.

"Saya baru selesai mengunjungi sembilan titik, dengan jumlah mereka setiap titik berkisar 27-55 orang," katanya. (ll/ant)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved