1 Dokter dan 3 Perawat di Kabupaten Mabar Positif Covid-19

Saat ini, para petugas kesehatan yang terpapar Covid-19 tengah menjalani isolasi dan dipantau oleh Dinkes Mabar.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Mabar, Yohanes Johan, Amd. 

1 Dokter dan 3 Perawat di Kabupaten Mabar Positif Covid-19

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Seorang dokter dan 3 perawat di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), terkonfirmasi positif Covid-19, Minggu (29/11/2020).

Keempat petugas kesehatan tersebut bertugas di RSUD Komodo Labuan Bajo.

"Iya, mereka terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil TCM di RSUD Komodo Labuan Bajo," kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mabar, Yohanes Johan, Amd.

Diakuinya, para tenaga kesehatan tersebut terpapar Covid-19 saat melakukan tugas menangani pasien positif Covid-19 di RSUD Komodo Labuan Bajo.

Saat ini, para petugas kesehatan yang terpapar Covid-19 tengah menjalani isolasi dan dipantau oleh Dinkes Mabar.

Menurutnya, angka kasus positif Covid-19 masih akan terus bertambah karena saat ini pihaknya masih melakukan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan para pasien positif Covid-19.

Selanjutnya, Dinkes Mabar pun menindaklanjuti dengan menelusuri semua orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 yang baru terkonfirmasi pada Minggu malam ini.

"Kemungkinan besar akan bertambah," ungkapnya.

Hingga saat ini, sebanyak 9 pasien positif Covid-19 menjalani isolasi di RSUD Komodo Labuan Bajo, 8 pasien Covid-19 menjalani karantina mandiri dan sebanyak 3 pasien positif Covid-19 menjalani isolasi di rumah karantina yang disediakan Pemda Mabar.

Sebelumnya, Yohanes menuturkan, angka kasus positif Covid-19 semakin bertambah karena kurangnya kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan.

Menurutnya, masyarakat Mabar harus konsisten menjalankan protokol kesehatan, termasuk Protokol Kesehatan 3 M.

Protokol kesehatan 3 M, lanjut dia, yakni memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Penerapan protokol kesehatan ini, dapat menurunkan resiko penularan Covid-19.

"Saya sangat menyesal masyarakat tidak taat protokol kesehatan, terlebih protokol 3 M ini," ujarnya.

Melihat angka pasien positif Covid-19 yang meningkat, lanjut dia, RSUD Komodo Labuan Bajo pun ditutup sementara untuk menanggulangi tingginya angka kasus positif Covid-19.

"Sesuai data yang ada, RSUD Komodo Labuan Bajo ditutup sementara untuk pelayanan umum, baik pelayanan rawat inap maupun Pelayanan rujukan dari puskesmas. Sehingga, saya mengharapkan jangan masa bodoh dengan Covid-19 ini," katanya.

Menurutnya, masyarakat saat ini menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyebaran Covid-19, sehingga diharapkan untuk taat terhadap protokol kesehatan.

"Saya perlu sampaikan, ketika satu anggota saya yang terpapar Covid-19, saya pastikan semua petugas saya akan dikarantina baik di RSUD Komodo Labuan Bajo maupun di rumah karantina, artinya, sampai petugas dikarantina, siapa yang mau melayani. Ikuti protokol kesehatan ini mudah, sehingga masyarakat jangan masa bodoh," ungkapnya.

Baca juga: Kapolres Lembata Turun Langsung Evakuasi Warga Ile Ape Pasca Ile Lewotolok Meletus

Baca juga: TERBARU! KODE Redeem Free Fire 30 November 2020 Segera Klaim Dapat Incubator Voucher Royale  

Baca juga: Mengkhawatirkan, Angka Positif Covid-19 di Mabar Capai 20 Kasus

Baca juga: Iban Medah Sebut Alasan Mengapa Kaum Milenial Harus Pilih Paket AG Dalam Pilkada Mabar

"Masyarakat yang taat ini akan membantu petugas kesehatan, Covid-19 ini menjadi silent killer, sehingga harus taat," tambahnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved