Kapolres Lembata Turun Langsung Evakuasi Warga Ile Ape Pasca Ile Lewotolok Meletus
sebagian besar warga lainnya memilih untuk mengungsi ke rumah keluarga mereka masing-masing, yang tersebar di Kota Lewoleba.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso

Kapolres Lembata Turun Langsung Evakuasi Warga Ile Ape Pasca Ile Lewotolok Meletus
POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA--Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen turun langsung mengevakuasi warga korban meletusnya Gunung Ile Lewotolok pada Minggu (29/11/2020) pagi.
Bersama jajaran TNI, dan Personil BPBD, Kapolres Yoce memimpin langsung para personil untuk mengevakuasi warga di wilayah Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Tampak, Kapolres Yoce membantu warga lansia dan yang sakit untuk naik ke atas kendaraan untuk dibawa ke Kota Lewoleba.
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, ditemui di lokasi Lapangan Kantor Bupati Lembata, mengatakan dari hasil rapat terbatas Forkopimda, dirinya juga sudah meminta personil TNI dan Polri untuk melakukan patroli di desa-desa yang ditinggalkan warga sementara.
Informasi terakhir yang dihimpun dari Posko Bencana Letusan Gunung Ile Lewotolok, data sementara terdapat sebanyak 3767 pengungsi, yang tersebar di lima lokasi pengungsian yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Lembata.
Sementara itu, sebagian besar warga lainnya memilih untuk mengungsi ke rumah keluarga mereka masing-masing, yang tersebar di Kota Lewoleba.
Pemerintah Kabupaten Lembata sendiri berusaha sebisa mungkin menangani pengungsi dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebagian pengungsi yang terdiri dari ibu dan anak balita dipisahkan di tempat pengungsian yang berbeda.
Baca juga: Iban Medah Sebut Alasan Mengapa Kaum Milenial Harus Pilih Paket AG Dalam Pilkada Mabar
Sejak siang tadi hingga malam ini, Pemerintah Kabupaten Lembata bersama tim relawan menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan warga pengungsi. Pemerintah Kabupaten Lembata juga menyuplai sembako untuk warga yang mengungsi di rumah keluarga mereka masing-masing di Kota Lewoleba.
Bantuan dari berbagai kalangan di Kabupaten Lembata pun disalurkan kepada warga pengungsi di Kota Lewoleba.
Hingga kini tingkat aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok naik dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga.
Gunung Api Ile Lewotolok mengalami peningkatan erupsi pada pagi tadi sekitar Pukul 09.45 pagi WITA. Sebelumnya Gunung Api Ile Lewotolok telah mengalami erupsi pada Jumat dua puluh tujuh November 2020. Akibat letusan ini, belerang dan partikel kerikil sempat menghujani pemukiman warga di lereng Gunung Ile Lewotolok.
Baca juga: Soal dan Jawaban TVRI Senin 30 November 2020 SD Kelas 1-3, Belajar Materi Meneliti Lingkungan Hidup
Baca juga: SOAL dan JAWABAN TVRI Senin 30 November 2020 SD Kelas 4-6: Belajar Tentang Mengukur Besar Sudut
Hingga malam ini terpantau kepulan asap tebal condong ke arah barat dari puncak Gunung Api Ile Lewotolok. Ada juga yang memantau ada percikan titik api atau lava pijar yang membesar muncul di puncak Gunung Ile Lewotolok.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)