Penanganan Covid
23 Pasien Positif Covid-19 di Belu Lakukan Isolasi Mandiri
Sebanyak 23 orang yang terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Belu belum dirawat di rumah sakit
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM| ATAMBUA---Sebanyak 23 orang yang terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Belu belum dirawat di rumah sakit. Mereka hanya dilakukan isolasi mandiri. Ke 23 orang yang terkonfirmasi Covid-19 adalah anggota TNI sebanyak 20 orang dan tenaga kesehatan tiga orang.
Berbeda dengan beberapa pasien positif lainnya yang semenjak dilaporkan hasilnya, tim medis langsung melakukan tracing dan menjemput yang bersangkutan menuju rumah sakit.
Sesuai data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu yang dirilis Kamis (26/11/2020), total kasus Terkonfirmasi sebanyak 29 kasus. Pasien yang dinyatakan sembuh empat orang, dua pasien dirawat di rumah sakit masing-masing di RSUD Atambua dan RSPP Betun. Sedangkan 25 orang lainnya tidak dirawat di rumah sakit. Mereka hanya lakukan isolasi mandiri.
Baca juga: Puluhan Pelaku UMKM di Kabupaten Mabar Ikut Pelatihan DEA
Sesuai laporan kronologis gugus tugas, tanggal 19 November 2020 dilakukan pengambilan SWAB terhadap 44 orang yang merupakan Kontak Erat dari kasus Konfirmasi atas nama saudara ADYR yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 pada tanggal 17 November 2020.
Tanggal 20 November 2020, petugas kesehatan mengantar SWAB tersebut ke Laboratorium RSU W.Z Yohanes Kupang untuk dilakukan pemeriksaan.
Tanggal 25 November 2020, Dinas Kesehatan Kabupaten Belu menerima notivikasi hasil pemeriksaan SWAB yang dilakukan terhadap 44 Pasien Kontak Erat tersebut.
Baca juga: Mahasiswi FISIP Undana Jadi Bagian Dari Aksi Iklim UNICEF Indonesia Berawal dari Ini
Dari 44 Pasien Kontak Erat, didapatkan hasil 23 orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 yang terdiri dari 20 orang anggota TNI dan tiga orang tenaga kesehatan.
Sebagai tindak lanjut dari hasil tersebut, petugas kesehatan terus melakukan tracing di lapangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Joice Manek saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com menjelaskan, bagi pasien positif namun tidak bergejala bisa lakukan isolasi mandiri dan tetap dalam pengawasan tim medis. Manakala ada gejala lagi, pasien yang bersangkutan dirawat di rumah sakit.
"Yang tidak bergejala lakukan isolasi mandiri tapi harus ketat. Setiap tiga hari, tim medis lakukan pemeriksaan", jelas Joice.
Lanjut Joice, penanganan 20 pasien Covid-19 di Kompi Kavaleri, selain tim medis dari Dinas Kesehatan dan puskesmas, juga tim medis dari TNI sendiri.
"Kebetulan ada dokter TNI yang berpengalaman di Wisma Atlet di Jakarta. Saya mengundang dia untuk sama-sama ke sana untuk membahas bangimana penanganannya. Bagi yang tidak bergejala dilakukan isolasi mandiri", terang Joice.
Sesuai data Gugus Tugas, sampai dengan hari ini, jumlah pelaku perjalanan dalam pemantauan sebanyak 31 orang dari total 3.046 orang. Status Suspek 1 orang dirawat di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua.
Kemudian Kontak Erat dalam pemantauan sebanyak 28 orang. Mereka tersebar di Kecamatan Kakulumesak 4 orang, Kecamatan Kota Atambua 2 orang, Kecamatan Atambua Barat 1 orang, Kecamatan Atambua Selatan 1 orang dan Kecamatan Tasifeto Barat 20 orang.
Sampai hari ini total sampel SWAB yang dikirim gugus tugas sebanyak 337 dengan hasil 210 negatif, 29 positif dan 98 menunggu hasil.
Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni, menjaga jarak fisik dalam beraktivitas, menghindari kerumunan, selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir/menggunakan hand sanitizer dan wajib menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah serta menjaga imun tubuh.