Mahasiswi FISIP Undana Jadi Bagian Dari Aksi Iklim UNICEF Indonesia Berawal dari Ini

Mahasiswi FISIP Undana Jadi Bagian Dari Aksi Iklim Unicef Indonesia Berawal dari Ini

Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto Mahasiswi FISIP Undana Jadi Bagian Dari Aksi Iklim UNICEF Indonesia Berawal dari Ini
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Foto Katarina Kewa Sabon Lamablawa yang menjadi perhatian UReportIndonesia.

Mahasiswi FISIP Undana Jadi Bagian Dari Aksi Iklim UNICEF Indonesia Berawal dari Ini

POS-KUPANG.COM | KUPANG - United Nations Children's Fund ( Unicef) Indonesia menggelar kegiatan Aksi Anak Muda Untuk Iklim melalui wadah atau forum komunikasi U-Report Indonesia pada Jumat (20/11/2020).

Kegiatan tersebut melibatkan aktor sekaligus Duta Nasional Unicef Indonesia, Nicholas Saputra dan perwakilan pembuat perubahan dari berbagai daerah seperti Palangka Raya, Lintau, Lumajang, Bandar Lampung, Banjarmasin, Pekanbaru, Bandung, Jakarta, Batam dan Kupang.

Baca juga: Uskup Siprianus Beri 8 Poin Instruksi Terkait Pelayananan Pastoral di Masa Adven & Perayaan Natal

Yang menjadi perwakilan dari Kupang adalah salah satu mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana), Katarina Kewa Sabon Lamablawa yang berkesempatan untuk bergabung dalam kegiatan tersebut.

Gadis kelahiran Maumere, 10 Desember 1997 silam ini tidak menyangka bisa bergabung dalam kegiatan tersebut sebab awalnya, dia hanya mengupload foto dirinya di akun Instagram dengan mengenakan Kewatek, kain tenun Adonara dan menjunjung keranjang anyaman yang biasanya disebut Lepo.

Baca juga: Pemkab Manggarai Barat Akan Kirim Puluhan Sampel Swab ke Kupang

"Aksi Iklim kemarin itu merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh UNICEF Indonesia dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia yang tiap tahunnya jatuh pada tanggal 20 November" kata Katrin pada Kamis (26/11/2020).

"Semua berasal dari sebuah foto yang saya upload di Instagram. Foto tersebut saya upload di Instagram pada tanggal 28 Oktober 2020 dengan caption awalnya berupa narasi peringatan Hari Sumpah Pemuda. Jadi saya ganti captionnya menjadi narasi penggunaan keranjang anyaman tersebut sebagai alternatif pengganti plastik dalam keseharian hidup kita" ceritanya.

Setelah itu, alumnus SMA Negeri I Bangil Pasuruan ini mendapatkan Direct Message (DM) di Instagram dari akun @ureportindonesia yang meminta dia untuk melibatkan foto tersebut dalam aksi #COVID19Diiaries.

"Kampanye #COVID19Diaries itu merupakan kampanye atau aksi yang diselengarakan oleh UReportIndonesia dan UNICEFIndonesia untuk menghimpun karya anak-anak dan kawula muda selama masa pandemi Covid-19 ini" ujar sulung dari dua bersaudara ini.

"Jadi yang saya tuturkan ialah bagaimana kita bertolak kembali ke kearifan lokal kita, terlibat dengan alam, untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup. Salah satunya yang saya representasikan lewat penggunaan anyaman tersebut" lanjutnya.

Dia mengakui, ini merupakan suatu kehormatan baginya bisa berkolaborasi dengan UNICEF Indonesia lewat event tersebut.

"Ini cita-cita saya sejak SMP untuk suatu saat nanti, dengan cara apa pun bisa terlibat dalam salah satu event UNICEF, minimal UNICEF Indonesia. Dan dengan cara yang begitu luar biasa, Tuhan berikan itu. Saya sangat senang dan bangga" ujarnya.

"Puji Tuhan suara kita di Timur juga bisa didengar. Dan lebih senang lagi karena juga bisa berkolaborasi dengan Nicholas Saputra sebagai Duta Nasional UNICEF Indonesia. Saya sangat ngefans dengan Nicholas Saputra" lanjut puteri pasangan Simon Senuken Medhon dan Rosa Lelu Sanga ini.

"Lalu setelah saya ganti caption tadi itu, saya dihubungi oleh UReportIndonesia yang meminta keterlibatan saya dalam perayaan Hari Anak Sedunia. Lalu komunikasi kami berlanjut via WA dan jadilah saya terlibat dalam kegiatan tersebut" tambahnya lagi.

Pemilik nama lengkap Katarina Emanuela Istiari Lamablawa ini berharap event seperti ini, dapat membantu raise awareness masyarakat, mulai dari anak-anak dan kawula muda akan pentingnya menjaga lingkungan hidup dengan cara masing-masing.

"Kontribusi sekecil apa pun yang bisa kita lakukan mesti kita lakukan untuk menjaga bumi kita. Bukan soal besar atau kecilnya tindakan kita buat bumi kita, tapi sejauh mana kita punya struggle untuk tetap merawat bumi kita, karena kita cuma punya satu bumi, dan artinya kita masih punya pilihan untuk menyelamatkan bumi kita, tapi kita tidak punya pilihan lain untuk mengganti bumi kita" jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved