Berita Sport

BEGINI Hal Mistis Pemain Persita Tangerang Zikri Akbar saat Bermain Tarkam, Simak INFO

Namun, saat PSSI belum menentukan kick-off kompetisi, beberapa pemain sepak bola terpaksa ikut kompetisi tarkam demi mendapatkan penghasilan ta

Editor: Ferry Ndoen
Warta Kota/Rafsanjani Simanjorang
Zikri Akbar, bek kiri Persita Tangerang 

POS KUPANG.COM---Padahal, sebelumnya kompetisi tarkam kurang diminati, karena kondisi di Tanah Air yang masih diliputi oleh wabah virus corona.

Namun, saat PSSI belum menentukan kick-off kompetisi, beberapa pemain sepak bola terpaksa ikut kompetisi tarkam demi mendapatkan penghasilan tambahan.

Pemain dari Liga 1 dan Liga 2 main di kompetisi tarkam dengan bayaran berbeda, yaitu sekiar Rp 1 juta atau lebih dalam sekali penampilan.

Baca juga: Masyarakat Membutuhkan Informasi dan Publikasi Hasil Pembangunan, Begini Kata Kepala BWS NT II

Miftah Anwar Sani (tengah) pemain bertahan Persita Tangerang.
Miftah Anwar Sani (tengah) pemain bertahan Persita Tangerang. (istimewa)

Bicara soal kompetisi tarkam, bek Persita Tangerang, Zikri Akbar, mengaku punya pengalaman berbau mistis.

"Saya pernah main tarkam di tahun 2017 di salah satu lapangan di Serang, Banten," kata Zikri kepada Warta Kota.

"Sebelum main, kami sudah diingatkan oleh salah satu pengurus tim, agar masuk melalui jalur samping bukan tengah lapangan," ujar Zikri.

Zikri menerangkan bahwa saat laga akan dimulai, dia pergi ke kamar mandi.

Akhirnya, dia buru-buru ke lapangan, karena rekan-rekannya sudah masuk terlebih dulu.

Sialnya, ia lupa dengan pesan yang diamanatkan sebelum bertanding.

Ia masuk lewat tengah lapangan.

"Saya buru-buru dan asal masuk saja dari tengah. Saat bermain, tiba-tiba saja badan terasa gatal. Satu babak itu saya tidak bisa konsentrasi. Badan seluruhnya terasa gatal," ujar Zikri.

Saat peluit babak pertama usai, dan pemain istirahat, ia pun cerita badannya terasa gatal.

Lantas, sosok yang mengingatkan tadi pun bertanya kepadanya.

"Tadi masuk lewat mana. Saya jawab, lewat tengah," kenang bek asal Bireuen, Aceh, itu.

Lantas dirinya pun diobati dengan menggunakan air, dan rasa gatalnya pun hilang.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved