Prodi Kimia Unimor Selenggarakan Workshop Kurikulum Merdeka Belajar, Yuk Simak !
Maka Prodi Kimia harus memperbarui kurikulum lama menjadi kurikulum dengan implementasi merdeka belajar
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Prodi Kimia Unimor Selenggarakan Workshop Kurikulum Merdeka Belajar
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Program Studi Kimia, Fakultas Pertanian, Universitas Timor (Unimor), Kefamenanu menyelenggarakan Workshop Kurikulum Merdeka Belajar.
Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari yakni Jumat (20/11/2020) dan Senin (23/11/2020) dengan narasumber yang berbeda.
Ketua Panitia Penyusunan Kurikulum Prodi Kimia, Unimor,Jefry Presson, S.Si., M. Sc mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan karena kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Merdeka Belajar.
"Latar belakangnya, karena kebijakan oleh pak Nadiem Makarim, Menteri Dikbud" kata Jefry.
Lanjut Jefry, karena kebijakan tersebut maka semua universitas harus memperbarui kurikulumnya.
"Maksud dari kebijakan merdeka belajar ini adalah agar prodi dapat mencetak mahasiswa yang memiliki kompetensi sesuai tuntutan zaman, terutama link and match, yang artinya ada keterkaitan antara belajar dikampus dengan dunia pekerjaan. Sistem kebijakan ini mahasiswa diberikan kebebasan mengambil 60 SKS di luar prodi, atau setara dengan 3 semester" jelasnya.
"Maka Prodi Kimia harus memperbarui kurikulum lama menjadi kurikulum dengan implementasi merdeka belajar, untuk menjawab kebebasan atau hak mahasiswa yanh diperbolehkan mengambil SKS diluar Prodi" tambah Jefry.
Dia berharap, setelah penyusunan kurikulum merdeka belajar Prodi Kimia ini rampung, Kemdikbud benar - benar memberi support dana agar semua kegiatan diluar kampus dapat berjalan, mengingat kegiatan merdeka belajar diluar kampus banyak melibatkan stakeholder yang kompeten dan membutuhkan dana operasional yang tidak sedikit.
Sementara ketua Prodi Kimia, Fakultas Pertanian, Unimor, Sefrinus M.D Kolo, S.Si, M.Si., berharap, dengan adanya sharing informasi dan pengetahuan dari para narasumber yang adalah dosen dari Institute Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Negeri Malang (UM) tentang Program Merdeka Belajar, terutama terkait penyelenggaraan proses pembelajaran di universitas mereka, nantinya bisa ditindaklanjuti dalam penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka sesuai edaran Mendikbud.
"Hadirnya Kurikulum Merdeka Belajar akan memudahkan mahasiswa mengimplementasikan pengetahuan dan kreativitas selama beberapa semester di kampus dengan dunia luar melalui kegiatan magang di perusahan atau instansi, pertukaran pelajar antar universitas yakni kuliah 2 semester di kampus lain, program kewirausahaan mahasiswa untuk melatih mahasiswa membuka lapangan pekerjaan sendiri dan beberapa kegiatan lainnya" jelasnya.
Kedua narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah Muhamad A. Martoprawiro, Ph.D dari Prodi Kimia ITB yang menyampaikan materi pada hari Jumat dengan judul : Standar, Kurikulum, Perencanaan, Panduan dan Implementasi Program Kampus Merdeka dan Drs. I Wayan Dasna, M.Si., M.Ed., Ph.D., dari Prodi Kimia UM Re-Desain yang menyampaikan materi pada hari Senin dengan judul : Kurikulum Kampus Merdeka Merdeka Belajar Bagi Mahasiswa.
Baca juga: Update Corona Sumba Timur - Jumlah Pelaku Perjalanan 22.959 Orang, Info
Baca juga: Nggak Bisa Napas! Bukti Screenshot Chattingan Terakhir Luna Maya dan Gisella Anastasia Disebar!
Baca juga: PERIKSA RAMALAN ZODIAK Anda, Selasa 24 November 2020, Cek Nasib Cinta, Uang dan Pekerjaan
Tergabung dalam kegiatan virtual tersebut, para dosen, para stakeholder dan mahasiswa, disiarkan melalui YouTube Channel Chemster Lab dan Google Meet.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi)