Breaking News:

Salam Pos Kupang

NTT Jadi Produsen Garam Industri

Provinsi NTT merupakan provinsi kepulauan yang memiliki lautan luas dengan kadar garam yang memadai

NTT Jadi Produsen Garam Industri
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Provinsi NTT merupakan provinsi kepulauan yang memiliki lautan luas dengan kadar garam yang memadai. Beberapa kabupaten potensial seperti Sabu Raijua, Lembata, Kabupaten Kupang, Kabupaten Nagekeo dan Malaka sudah menunjukkan geliat tambak garam dengan teknologi yang handal.

Sedangkan kabupaten lain masih mengembangkan tambak garam dengan sistem manual.

Pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas garam dalam negeri, termasuk NTT sehingga bisa memenuhi kebutuhan industri. Pemerintah pun terus mendorong tumbuhnya investasi garam untuk menopang pertumbuhan industri dalam negeri. Dan, NTT merupakan salah satu provinsi yang harus mendapat investasi di bidang garam.Saat ini, geliat investasi sudah mulai berkembang dengan tambak garam Bipolo.

Baca juga: Babinsa di TTU Awasi Pembagian Bantuan Paket Sembako

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat panen perdana garam premium di Bipolo tahun lalu mendorong NTT menjadi provinsi produsen garam industri nasional. Itu berarti produksi dan kualitas harus terus ditingkatkan.

Presiden Joko Widodo pun terus mendorong pertumbuhan investasi di bidang garam untuk memenuhi kebutuhan industri nasional.

Apakah NTT sudah siap? Apakah NTT mampu? Siap tidak siap, NTT harus siap. Mampu tidak mampu, NTT harus mampu, karena kita punya potensi. Tinggal bagaimana kita menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar mampu mengelola potensi ini menjadi income yang besar untuk NTT Bangkit, NTT Sejahtera.

Baca juga: Linus Lusi Ajak Siswa Hindari Paham Radikalisme

Pemerintah dan masyarakat harus welcome dengan investor, dengan memangkas birokrasi yang panjang dan masyarakat harus merelakan lahan yang tentunya ada uang sirih pinang tapi disesuaikan dengan kondisi investasi.Jika perlu masyarakat pemilik lahan pun dilibatkan sebagai pemegang saham sehingga yang diperoleh deviden bukan ganti rugi.

Kita patut berbangga karena kualitas garam di NTT dinilai cukup baik untuk diserap oleh industri. Hanya saja belum maksimal digaral. Di Nunkurus misalnya, baru 10 ha yang diproduksi dari lahan pitensial seluas 600 ha.

Belum lagi Teluk Kupang, tersedia lahan garam seluas 7.700 ha. Sisanya tersebar di berbagai wilayah NTT, antara lain di Kabupaten TTU, Malaka, Sabu Raijua, Rote Ndao dan Nagekeo.

Secara keseluruhan, potensi lahan tambang garam di NTT mencapai 60 ribu ha dan paling sedikit 21 ribu ha dapat direalisasikan dalam waktu 2-3 tahun ke depan. Dari lahan seluas 21 ribu ha tersebut, produksi garam akan mencapai 2,6 juta ton per tahun.

Kita patut optimistis, NTT berpotensi menjadi produsen garam industri nasional dan dapat menjadi substitusi impor. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved