Linus Lusi Ajak Siswa Hindari Paham Radikalisme
Penjabat Bupati Ngada, Linus Lusi, mengajak siswa-siswi SMAN 1 Bajawa untuk tidak boleh terjebak dalam paham-paham radikalisme
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Penjabat Bupati Ngada, Linus Lusi, mengajak siswa-siswi SMAN 1 Bajawa untuk tidak boleh terjebak dalam paham-paham radikalisme.
Paham-paham radikalisme dapat merusak tatanan hidup bermasyarakat. Generasi muda harus kreatif dibidang lain, harus menguasai teknologi dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya.
Perkuat literasi dasar dengan terus belajar, membaca buku dan terlibat dalam kegiatan positif yang mendukung peningkatkan kapasitas seorang siswa.
Baca juga: Kapolres Kupang Sambangi Keluarga Korban Penganiayaan di Oebola Dalam
Aliran-aliran atau pengajian yang tidak benar harus dihindarkan. Bijak lah menggunakan media sosial. Sehingga tidak terjerumus dalam penyesatan-penyesatan yang tidak berguna. Jangan sampai menyesal kemudian hari.
"Anak-anak tidak boleh terpapar paham radikalisme," ujar Linus Lusi saat acara sosialisasi 4 Pilar MPR RI di SMA Negeri I Bajawa Selasa (17/11/2020).
Baca juga: Di TTU - TTU Babinsa Miotim Awasi Pembagian Bantuan Paket Sembako di Desa Fainake dan Banain
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT ini menyampaikan 4 pilar kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika adalah jati diri bangsa Indonesia.
Sehingga 4 Pilar harus dipertahankan dan dijunjungi tinggi melalui implementasi dalam kehidupan bermasyarakat dan kehidupan sosial.
"Jadi kita harus mengimplementasikan 4 Pilar ini dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.
Ia juga mengapresiasi SMA Negeri I Bajawa karena sudah mulai menggalakan literasi seni di sekolah. Selain itu budaya khas Ngada harus terus diwariskan melalui generasi muda.
Julie Bangga
Sementara itu, anggota DPR RI, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat mengaku bangga dan senang bisa berkunjung ke SMA Negeri I Bajawa.
Ny. Julie mengapresiasi SMA Negeri I Ngada karena terus meningkatkan nilai seni dan budaya lewat siswa-siswi.
"SMA Negeri I Bajawa sangat luar biasa, diman-mana kalau saya berkunjung itu disambut oleh orang tua-orang tua. Tapi kali ini yang tutur adat itu anak-anak sekolah, ini seni dan budaya yang terikat dalam 4 pilar. Seni dan budaya itu adalah warisan leluhur kita yang harus kita pertahankan," jelasnya.
Ia mengajak agar budaya khas harus terus dipertahankan. Misalnya kain tenun khas Ngada harus dilestarikan. Gunakan kain tenun sebagai warisan leluhur. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)