Bursa Calon Kapolri

Jenderal Asal Makassar Masuk Bursa Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, Ini BiODATA Lengkapnya!

Sejumlah nama pun masuk dalam bursa calon Kapolri ini, termasuk jenderal asal makassar yang kini jadi Kapolda Jawa Timur Irjen M Fadil Imran.

Editor: Bebet I Hidayat
Ilustrasi
Jenderal Asal Makassar Masuk Bursa Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, Ini BiODATA Lengkapnya! 

Oleh sebab itu, kata Didik yang juga Politisi Partai Demokrat, Polri harus terus melakukan pengawasan ke dalam yang cukup intens, serta meningkatkan kinerja dan penguatan kelembagaan.

"Serta profesionalisme para anggotanya dalam menjawab tantangan perubahan yang sedemikian cepat."
"Polri harus terus mereformasi diri menjadi lebih baik," ujar Didik saat dihubungi di Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Politikus Partai Demokrat itu pun menyebut calon Kapolri ke depan minimal mempunyai enam kriteria dalam menjawab tantangan ke depan.

Pertama, Kapolri haruslah sosok yang memiliki integritas dan rekam jejak yang baik.

Termasuk, kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi yang baik, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi sipil di negara hukum yang demokratis seperti Indonesia.

Baca juga: BARU 22 Hari Nikah, Nasib Noni Usia 17 Dinikahi Kakek 78 Tahun, Kini Dicerai, Mas Kawin Diungkit

Kedua, Kapolri harus mempunyai komitmen yang utuh dalam melakukan reformasi secara berkelanjutan di institusi Polri.

Termasuk, melakukan penguatan kelembagaan dan kinerja, serta pelayanan kepada masyarakat.

"Memastikan posisi Polri sebagai sahabat masyarakat menjadi mutlak agar trust publik terhadap Polri bisa terbangun dengan baik," beber Didik.

Ketiga, calon Kapolri harus mampu memperkuat kerja sama dan sinergi lintas sektoral antar-lembaga.

Utamanya, dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Intelijen Negara (BIN) dalam konteks memitigasi dan merespons ancaman, tantangan, hambatan, serta gangguan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Keempat, Kapolri yang baru mesti merepresentasikan sosok yang visioner, cakap, dan kuat dalam mengemban tugas dan tanggung jawab kepolisian.

Baik memelihara keamanan dan ketertiban, menjadi pengayom dan pelayan masyarakat, serta utamanya menegakkan hukum.

"Memegang teguh keadilan dan penegakan hukum yang manusiawi, persuasif dan humanis harus menjadi komitmen Kapolri ke depan," paparnya.

"Kelima, Kapolri ke depan harus memiliki akseptabilitas yan kuat dari internal kepolisian."

"Itu penting supaya manajemen institusi bisa berjalan dengan baik," sambung Didik.

Keenam, dalam konteks politik dan demokrasi, kata Didik, Kapolri ke depan harus mampu memosisikan polisi sebagai Kepolisian Negara Republik Indonesia.

"Kapolri harus memastikan netralitas kelembagaannya dalam kompetisi-kompetisi politik, dan menjaga prinsip-prinsip negara hukum yang demokratis," tutur Didik.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis berbicara mengenai pergantian jabatan, di mana dirinya segera memasuki masa pensiun.

Seluruh personel diminta tetap menjaga soliditas internal menjelang pergantian Kapolri pada 2021.

Idham Azis memaparkan tak boleh ada anggota yang memiliki mental yang disebutkannya SMS, dalam perebutan jabatan orang nomor satu di korps Bhayangkara tersebut.

"Pada akhirnya sesuai dengan Presiden, marilah kita jaga solidaritas internal kita dengan baik."

"Jangan SMS, senang melihat teman susah dan susah melihat teman senang," kata Idham Azis saat merayakan HUT ke-74 Bhayangkara di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2020).

Ia memastikan setiap personel dapat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan jabatan yang diembannya sekarang.

"Gantungkan harapan setinggi langit. Karena semua memiliki kesempatan yang sama dalam memimpin Polri ini," ucapnya.

Idham Azis meminta seluruh personel mewaspadai adanya isu liar yang bisa saja berkembang menjelang pergantian Kapolri.

Nantinya isu tersebut bakal mulai memanas dimulai pada Bulan September.

"Saya perlu mengingatkan awal-awal ini supaya tidak banyak susupo atau isu yang liar kalau orang Palu itu bilang."

"Semakin ke depan itu nanti semakin tajam. Nanti kalau udah bulan yang ada ber ber ber itu udah mulai tajam," tuturnya.

Kapolri Jenderal Idham Azis akan memasuki masa pensiun pada Januari 2021.

Sejumlah nama telah beredar dan masuk dalam bursa pengganti Idham Azis.

Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan, kepolisian telah berupaya optimal untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Namun pekerjaan Polri tidak selalu mendapatkan respons yang baik dari masyarakat.

"Polri bekerja baik aja belum tentu dinilai baik oleh masyarakat," kata Idham Azis dalam paparannya.

Ia menuturkan, Polri dituntut masyarakat selalu bekerja sempurna.

Tak hanya dalam pekerjaan, begitu juga di dalam tindakannya sehari-hari di dalam masyarakat.

Atas dasar itu, Idham Azis meminta seluruh jajaran personel Polri untuk bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat, agar dapat mencuri hati masyarakat Indonesia.

"Faktanya memang setiap hari kita dituntut selalu melakukan perbuatan, tindakan maupun kegiatan yang terbaik."

"Hanya dengan cara itu kita bisa makin disenangi oleh masyarakat dan semakin dicintai masyarakat," jelasnya.

Namun demikian, ia menyebutkan 82 persen masyarakat menyampaikan puas dengan kinerja polri.

"82 persen penilaian masyarakat kepada kinerja Polri itu bagus."

"Mempertahankan itu jauh lebih susah daripada meraih."

"Saya harap Kapolri ke depan itu bisa lebih baik lagi dari sekarang," harapnya.

Idham Azis juga meminta maaf kepada rakyat Indonesia, apabila di mata masyarakat kinerja Korps Bhayangkara masih belum bisa memuaskan dan optimal.

Khususnya, mengenai pelayanan kepada masyarakat.

"Dalam kesempatan ini juga mohon maaf kepada masyarakat seluruh Indonesia."

"Apabila masih ada kinerja atau hal-hal yang belum bisa membuat ekspektasi masyarakat senang kepada Polri, dan bisa membuat puas terhadap pelayanan kita," tutur Idham Azis.

Polri, menurut Idham Azis, selalu berusaha optimal bekerja untuk masyarakat.

"Jauh di lubuk hati, saya berdoa, bertindak, berpikir, dan berbuat bagaimana selalu menampilkan yang terbaik untuk Polri."

"Karena itulah modal dasar kita sehingga kita dicintai oleh masyarakat," terangnya.(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Biodata Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran yang akan Masuk Bursa Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, https://surabaya.tribunnews.com/2020/11/13/biodata-kapolda-jatim-irjen-m-fadil-imran-yang-akan-masuk-bursa-calon-kapolri-pengganti-idham-azis?page=all

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul INI 6 Kriteria Calon Kapolri yang Cocok Gantikan Idham Azis Menurut Politikus Partai Demokrat, https://wartakota.tribunnews.com/2020/07/03/ini-6-kriteria-calon-kapolri-yang-cocok-gantikan-idham-azis-menurut-politikus-partai-demokrat?page=all

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved