Bursa Calon Kapolri
Jenderal Asal Makassar Masuk Bursa Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, Ini BiODATA Lengkapnya!
Sejumlah nama pun masuk dalam bursa calon Kapolri ini, termasuk jenderal asal makassar yang kini jadi Kapolda Jawa Timur Irjen M Fadil Imran.
POS-KUPANG COM - Bursa calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis kembali menghangat. Nama jenderal asal makassar juga masuk dalam bursa calon kapolri 2021.
Sejumlah nama pun masuk dalam bursa calon Kapolri ini, termasuk Kapolda Jawa Timur Irjen M Fadil Imran.
Nama Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran masuk dalam bursa kandidat Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis setelah disebutkan oleh Indonesia Police Watch ( IPW ).
Hal ini berdasarkan keterangan dari Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangannya, Kamis (12/11/2020).
Lantas, seperti apa profil dan biodata Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran?
Menurut profil dan biodata Irjen M Fadil Imran, perwira tinggi Polri ini merupakan alumni Akademi Polisi (Akpol) 1991.
Ia juga berpengalaman membidangi reserse.
M Fadil Imran dilahirkan di Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 14 Agustus 1968.

Dia memiliki rekam jejak menduduki beberapa jabatan penting di Polri.
Mulai dari Polres KP3 Tanjung Priok, Polres Kepulauan Riau, Polres Metro Jakarta, Polda Metro, hingga Mabes Polri.
Pada tahun 2008, Fadil Imran pernah menjabat sebagai Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Pada tahun yang sama, ia kemudian menjabat sebagai Kapolres KP3 Tanjung Priok.
Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 2009, ia menjabat Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya.
Setelah tiga tahun menjabat, pada tahun 2011, Imran dimutasi untuk menduduki jabatan Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri.
Masih pada tahun yang sama, ia kemudian menduduki jabatan Direktur Ditreskrimum Polda Kepri.
Lalu, dua tahun kemudian, pada tahun 2013, ia menjabat sebagai Kapolres Metro Jakbar.
Baca juga: Polri Mutasi Besar-besaran, Ada Delapan Pejabat Polda Jatim Dipindah Termasuk Kapolda Jatim
Dua tahun kemudian, pada 2015, ia dipindah untuk menduduki jabatan Analis Kebijakan Madya (Anjak Madya) Bidang Pidum Bareskrim Polri.
Setahun kemudian, pada tahun 2016, ia menjabat sebagai Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Imran berhasil membongkar kasus pembajakan film Warkop DKI Reborn, dan berhasil membekuk satu orang pelaku, berjenis kelamin wanita berinisial P (31).
Masih pada tahun yang sama, ia bergeser untuk menjabat sebagai Wakil Dirtipideksus Bareskrim Polri.
Setahun kemudian, ia menjabat sebagai Dirtipid Siber Bareskrim Polri (2017) dan berhasil membongkar kasus besar yang berkaitan dengan organisasi siber terorganisir Muslim Cyber Army (MCA) pada Februari 2018 silam.
Dan pada tahun 2019, Imran menjabat sebagai Staf Ahli Sosial Budaya (Sahli Sosbud) Kapolri Jendral Idham Aziz hingga tahun 2020, sebelum akhirnya dimutasi menjadi Kapolda Jatim.
Disebut akan masuk bursa calon Kapolri
Diketahui, mutasi besar akan terjadi di tubuh Polri menjelang pergantian Kapolri Jenderal Idham Azis pada Januari 2021 mendatang.
Hal tersebut berdasarkan informasi yang diterima Indonesia Police Watch (IPW).
Ketua Presidium IPW Neta S Pane menyebutkan akan ada dua sampai tiga jenderal bintang dua yang akan naik pangkat menjadi bintang tiga.
Dan mereka juga dipastikan akan masuk dalam bursa calon Kapolri pengganti Idham Azis.
"Mutasi itu akan ada dua sampai tiga jenderal bintang dua yang bakal naik menjadi bintang tiga.
Para perwira yang naik menjadi bintang tiga itu dipastikan akan masuk dalam bursa calon Kapolri untuk menggantikan Idham Azis," kata Neta, Kamis (12/11/2020), dilansir dari Tribunnews dalam artikel 'Jelang Pergantian Kapolri, Korps Bhayangkara Bakal Mutasi Besar-besaran, Bintang Tiga Bertambah'
Ketiga perwira tinggi Polri tersebut adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Nana, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Lutfhi, dan Kapolda Jawa Timur Irjen M Fadil.
"Selain itu, jika Polri jadi menaikkan pangkat Dankor Brimob dari bintang dua menjadi bintang tiga, peluang Dankor Brimob masuk bursa calon Kapolri pun terbuka lebar," jelasnya.
Baca juga: Habib Rizieq Pulang ke Indonesia, Politisi PDIP Laporkan ke Polda, Begini Reaksi Pimpinan FPI Itu
Dengan bergesernya sejumlah jenderal bintang dua menjadi bintang tiga, Neta menyebutkan bursa calon Kapolri pengganti Idham Azis akan semakin riuh.
"Yang pasti sebelum pensiun 30 Januari 2021, kepimpinan Kapolri Idham Azis masih akan diuji lagi dengan dua even besar, yakni pengamanan Pilkada Serentak 9 Desember dan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2021," tukas Neta.
Selain itu, menurut pendataan IPW akan cukup banyak perwira Polri yang bakal pensiun.
Sedikitnya ada 30 jenderal yang akan pensiun menjelang suksesi Kapolri pada Januari mendatang.
Menurut Neta, jenderal itu pensiun mulai dari bulan November, Desember, dan Januari 2020.
Mereka yang pensiun tersebut terdiri dari tiga komisaris jenderal (Komjen), delapan inspektur jenderal (Irjen), dan 19 brigadir jenderal (Brigjen).
"Yang terbanyak adalah alumni Akpol 86 ada 15 jenderal yang pensiun, terdiri dari empat Irjen dan 11 brigjen. Akpol 85 ada 14 jenderal, tiga Komjen, empat Irjen, dan tujuh Brigjen.
Akpol 87 satu jenderal yang pensiun dengan pangkat Brigjen.
Begitu juga Akpol 88A teman satu angkatan Idham Azis hanya satu Brigjen yang pensiun, yakni Brigjen Ahmad Fachruzzaman yang pensiun 10 Januari," jelasnya.
Sementara itu, tiga komisaris jenderal yang akan pensiun adalah Kepala BNN Komjen Heru Winarko yang pensiun 1 Desember, Sekjen Kementerian KKP Komjen Antam Novambar, dan Sekretaris Utama Lemhanas Komjen Didid Widjarnardi.
Dengan adanya tiga Komjen yang pensiun, maka akan ada tiga perwira Polri yang berpangkat Irjen yang akan naik menjadi Komjen.
6 Syarat Calon Kapolri Menurut Politisi
Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto menyebut ada enam kriteria yang harus dimiliki calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis pada tahun depan.
Menurut Didik, tantangan yang dihadapi kepolisian saat ini adalah masih kurang maksimalnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut.
Oleh sebab itu, kata Didik yang juga Politisi Partai Demokrat, Polri harus terus melakukan pengawasan ke dalam yang cukup intens, serta meningkatkan kinerja dan penguatan kelembagaan.
"Serta profesionalisme para anggotanya dalam menjawab tantangan perubahan yang sedemikian cepat."
"Polri harus terus mereformasi diri menjadi lebih baik," ujar Didik saat dihubungi di Jakarta, Jumat (3/7/2020).
Politikus Partai Demokrat itu pun menyebut calon Kapolri ke depan minimal mempunyai enam kriteria dalam menjawab tantangan ke depan.
Pertama, Kapolri haruslah sosok yang memiliki integritas dan rekam jejak yang baik.
Termasuk, kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi yang baik, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi sipil di negara hukum yang demokratis seperti Indonesia.
Baca juga: BARU 22 Hari Nikah, Nasib Noni Usia 17 Dinikahi Kakek 78 Tahun, Kini Dicerai, Mas Kawin Diungkit
Kedua, Kapolri harus mempunyai komitmen yang utuh dalam melakukan reformasi secara berkelanjutan di institusi Polri.
Termasuk, melakukan penguatan kelembagaan dan kinerja, serta pelayanan kepada masyarakat.
"Memastikan posisi Polri sebagai sahabat masyarakat menjadi mutlak agar trust publik terhadap Polri bisa terbangun dengan baik," beber Didik.
Ketiga, calon Kapolri harus mampu memperkuat kerja sama dan sinergi lintas sektoral antar-lembaga.
Utamanya, dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Intelijen Negara (BIN) dalam konteks memitigasi dan merespons ancaman, tantangan, hambatan, serta gangguan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Keempat, Kapolri yang baru mesti merepresentasikan sosok yang visioner, cakap, dan kuat dalam mengemban tugas dan tanggung jawab kepolisian.
Baik memelihara keamanan dan ketertiban, menjadi pengayom dan pelayan masyarakat, serta utamanya menegakkan hukum.
"Memegang teguh keadilan dan penegakan hukum yang manusiawi, persuasif dan humanis harus menjadi komitmen Kapolri ke depan," paparnya.
"Kelima, Kapolri ke depan harus memiliki akseptabilitas yan kuat dari internal kepolisian."
"Itu penting supaya manajemen institusi bisa berjalan dengan baik," sambung Didik.
Keenam, dalam konteks politik dan demokrasi, kata Didik, Kapolri ke depan harus mampu memosisikan polisi sebagai Kepolisian Negara Republik Indonesia.
"Kapolri harus memastikan netralitas kelembagaannya dalam kompetisi-kompetisi politik, dan menjaga prinsip-prinsip negara hukum yang demokratis," tutur Didik.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis berbicara mengenai pergantian jabatan, di mana dirinya segera memasuki masa pensiun.
Seluruh personel diminta tetap menjaga soliditas internal menjelang pergantian Kapolri pada 2021.
Idham Azis memaparkan tak boleh ada anggota yang memiliki mental yang disebutkannya SMS, dalam perebutan jabatan orang nomor satu di korps Bhayangkara tersebut.
"Pada akhirnya sesuai dengan Presiden, marilah kita jaga solidaritas internal kita dengan baik."
"Jangan SMS, senang melihat teman susah dan susah melihat teman senang," kata Idham Azis saat merayakan HUT ke-74 Bhayangkara di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2020).
Ia memastikan setiap personel dapat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan jabatan yang diembannya sekarang.
"Gantungkan harapan setinggi langit. Karena semua memiliki kesempatan yang sama dalam memimpin Polri ini," ucapnya.
Idham Azis meminta seluruh personel mewaspadai adanya isu liar yang bisa saja berkembang menjelang pergantian Kapolri.
Nantinya isu tersebut bakal mulai memanas dimulai pada Bulan September.
"Saya perlu mengingatkan awal-awal ini supaya tidak banyak susupo atau isu yang liar kalau orang Palu itu bilang."
"Semakin ke depan itu nanti semakin tajam. Nanti kalau udah bulan yang ada ber ber ber itu udah mulai tajam," tuturnya.
Kapolri Jenderal Idham Azis akan memasuki masa pensiun pada Januari 2021.
Sejumlah nama telah beredar dan masuk dalam bursa pengganti Idham Azis.
Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan, kepolisian telah berupaya optimal untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Namun pekerjaan Polri tidak selalu mendapatkan respons yang baik dari masyarakat.
"Polri bekerja baik aja belum tentu dinilai baik oleh masyarakat," kata Idham Azis dalam paparannya.
Ia menuturkan, Polri dituntut masyarakat selalu bekerja sempurna.
Tak hanya dalam pekerjaan, begitu juga di dalam tindakannya sehari-hari di dalam masyarakat.
Atas dasar itu, Idham Azis meminta seluruh jajaran personel Polri untuk bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat, agar dapat mencuri hati masyarakat Indonesia.
"Faktanya memang setiap hari kita dituntut selalu melakukan perbuatan, tindakan maupun kegiatan yang terbaik."
"Hanya dengan cara itu kita bisa makin disenangi oleh masyarakat dan semakin dicintai masyarakat," jelasnya.
Namun demikian, ia menyebutkan 82 persen masyarakat menyampaikan puas dengan kinerja polri.
"82 persen penilaian masyarakat kepada kinerja Polri itu bagus."
"Mempertahankan itu jauh lebih susah daripada meraih."
"Saya harap Kapolri ke depan itu bisa lebih baik lagi dari sekarang," harapnya.
Idham Azis juga meminta maaf kepada rakyat Indonesia, apabila di mata masyarakat kinerja Korps Bhayangkara masih belum bisa memuaskan dan optimal.
Khususnya, mengenai pelayanan kepada masyarakat.
"Dalam kesempatan ini juga mohon maaf kepada masyarakat seluruh Indonesia."
"Apabila masih ada kinerja atau hal-hal yang belum bisa membuat ekspektasi masyarakat senang kepada Polri, dan bisa membuat puas terhadap pelayanan kita," tutur Idham Azis.
Polri, menurut Idham Azis, selalu berusaha optimal bekerja untuk masyarakat.
"Jauh di lubuk hati, saya berdoa, bertindak, berpikir, dan berbuat bagaimana selalu menampilkan yang terbaik untuk Polri."
"Karena itulah modal dasar kita sehingga kita dicintai oleh masyarakat," terangnya.(*)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Biodata Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran yang akan Masuk Bursa Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, https://surabaya.tribunnews.com/2020/11/13/biodata-kapolda-jatim-irjen-m-fadil-imran-yang-akan-masuk-bursa-calon-kapolri-pengganti-idham-azis?page=all
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul INI 6 Kriteria Calon Kapolri yang Cocok Gantikan Idham Azis Menurut Politikus Partai Demokrat, https://wartakota.tribunnews.com/2020/07/03/ini-6-kriteria-calon-kapolri-yang-cocok-gantikan-idham-azis-menurut-politikus-partai-demokrat?page=all