Kisah Siswa SMKN 1 Aimere, Ikut Lomba LKS Tingkat Nasional Hingga Raih Penghargaan Khusus
Kisah siswa SMKN 1 Aimere, ikut Lomba LKS Tingkat nasional hingga raih Penghargaan khusus
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
Kisah siswa SMKN 1 Aimere, ikut Lomba LKS Tingkat nasional hingga raih Penghargaan khusus
POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Semangat juang yang tinggi, ulet dan tekun tentu hal yang sangat dibutuhkan untuk meraih sesuatu prestasi.
Belajar tanpa kenal lelah, berlatih meskipun penuh keterbatasan tentu akan membuahkan hasil yang diharapkan.
Hal itulah yang dialami oleh siswa kelas XII Jurusan Agribisnis Ternak Unggas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Aimere di Kabupaten Ngada.
Baca juga: Pemprov NTT Tiga Kali Lakukan Pinjam Daerah, Ini Peruntukannya
Siswa itu, David Alexander Dima. Baru-baru ini, David baru saja mengikuti ajang atau Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional tahun 2020.
David menjadi salah satu peserta dari 20 SMK di NTT yang ikut ajang bergensi tersebut. David mengikuti lomba itu dibidang inovasi peternakan. Alhasil, David mendapatkan piagam penghargaan khusus dari pusat prestasi nasional dalam ajang itu.
David mengisahkan awalnya ia tak pernah menyangka dipilih oleh sekolah untuk mengikuti LKS tingkat nasional dan dirinya optimis bahwa bisa ikut meskipun persiapannya sangat singkat.
Baca juga: Pemda Nagekeo Terima Piagam Opini WTP
David menceritakan tahun 2019 lalu dirinya pernah menjalani magang di Kupang khusus dibidang peternakan. Sehingga pengalaman itu menjadi modal saat mempersiapkan diri mengikuti LKS tersebut.
"Saya dipilih sebagai peserta LKS tahun 2020, karena pada tanggal 10 September 2019 saya diberi kepercayaan pertama untuk mengikuti praktek magang ternak unggas pedaging di Kupang selama 1 bulan. Setelah saya pulng peratek magang dari Kupang saya kemudian diberi kepercayaan ke dua kalinya lagi dari ibu guru untuk mengikuti lomba LKS SMK di tingkat nasional di tahun 2020 ini pada bidang lomba peternakan yang dilaksanakan secara virtual atau daring. LKS dimulai sejak 19 Oktober hingga 23 Oktober 2020," ujar David kepada POS-KUPANG.COM Kamis (12/11/2020).
Ia mengaku sangat bangga dan senang saat ditunjuk untuk mengikuti lomba, namun pada waktu itu dirinya tidak ada persiapan yang matang.
Apalagi, SMK Negeri I Aimere terlambat mendapatkan informasi mengenai LKS dan waktu lomba juga begitu singkat sehingga ketersedian alat dan bahan sekolah tidak lengkap. Penuh keterbatasan dan diserba sulit, tapi tetap optimis.
Meskipun tidak ada persiapan yang matang, dukungan terus mengalir pada dirinya untuk ikut LKS meskipun penuh dengan keterbatasan.
Semua bisa dilakukan asalkan ada semangat dari dalam diri sehingga menjadi motivasi agar tetap percaya diri untuk memberikan yang terbaik saat itu.
"Saya mendapatkan banyak dukungan, baik dukungan doa maupun motivasi dari pendamping, Kepsek, orang tua dan keluarga, agar saya bisa maju terus dan berjuang untuk tidak mau kalah dengan sekolah-sekolah lain," ujarnya.
Ia mengaku saat lomba dirinya sangat enjoy dan senang karena bisa membawa nama SMK Negeri I Aimere dan nama provinsi NTT ke tingkat nasional.