Peneliti Muda Universitas Nusa Nipa Paparkan Hasil Penelitian di Depan Ketua Yayasan dan Rektor
Pemaparan hasil penelitian dosen muda Universitas Nusa Nipa Indonesia ini dilaksanakan berkat bantuan dana hibah dari yayasan
Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa, Drs.Sabinus Nabu juga berkesempatan memberikan sambutannya.
Ia mengatakan, sangat penting tentunya adalah penelitian yang akan dilakukan ke depannya dengan menunjukan derajat pencapaian keilmuan yang telah dilakukan.
Menurut Sabinus, sebagai dosen pemula tentunya kita harus menerima semua atas kebijakan yang akan diberikan tetapi bagi seorang peneliti yang berkeinginan untuk terus belajar maka bisa mencapai derajat keilmuan yang sempurna atau jenjang tertinggi.
Masalah yang sering terjadi, kata Sabinus, yakni dalam hal penentuan judul-judul penelitian yakni kita baru berproses mungkin ke depan kita sudah mulai mencapai tingkatan-tingkatan prestasi penelitian di institusi kita.
"Jadi kita juga harus bisa keluar dari masalah-masalah yang spesifik. Nanti selanjutnya pada saat pengiriman ke jenjang yang lebih tinggi kita juga akan memuat tentang syarat-syarat prestasi yang sudah masuk pada jurnal-jurnal baik internasional maupun nasional supaya kita bisa melihat apakah dosen tersebut benar-benar serius dalam sebuah hal yang sangat spesifik salah satunya yakni penelitiannya dengan tujuan kembali mendedikasikan disiplin ilmunya ke bidang keilmuannya masing-masing," kata Sabinus.
Ia menggungkapkan, dalam wisuda dirinya telah menyampaikan kurang lebih pada tahun 2023-2024 Universitas Nusa Nipa akan memiliki 25 orang doktor.
Sabinus menambahkan, tentu tidak hanya berhenti di situ, jika ada 25 doktor setidaknya ada 2 atau 3 orang guru besar.Ini tergantung dari seluruh upaya dan kemampuan kita. Ada empat kriteria yang menjadikan seorang mahasiswa yang unggul salah satunya adalah kemampuan public speaking serta membangun jejaring.
"Menjadi seorang peneliti harus mulai memasuki habitan-habitat baru, membangun relasi dengan sesama kolega yang berkaitan dengan keilmuannya masing-masing.Penelitian yang harus dilakukan saat ini tidak boleh berhenti sampai disini dan bisa harus terpublikasi baik jurnal nasional ataupun internasional," papar Sabinus.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)