Musuh China Terus Bertambah, Jerman Umumkan Bantu Australia Lawan Negeri Tirai Bambu di Indo-Pasific

Setelah berhadapan dengan Amerika Serikat (AS), Filipina, Australia, Jepang, dan India, kini China kedatangan musuh baru.

Editor: Alfred Dama
via Anadolu Agency dan Sosok.Grid.ID
Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) memulai latihan putaran ketiga di Laut China Selatan, menteri luar negeri Taiwan mengkhawatirkan konflik lintas-Selat Taiwan. 

Meskipun itu berhenti sebelum larangan eksplisit.

Sikap Jerman terlihat lebih 'kalem' dibanding tindakan keras yang lebih keras terhadap Huawei yang diberlakukan oleh Australia, AS, dan Inggris.

* Lawan China Makin Banyak di LSC, Kanada Serukan NATO Terlibat di Laut China Selatan Lawan China

Upaya China untuk mengusai Laut China Selatan semakin hari semakin berat. Setelah mendapat penolakan dari negara-negara ASEAN, China juga harus menghadapi rakasa militer  Amerika yang sudah bercokol di Laut China Seletan untuk menekan hegemini China

Kini, Kanada datang dengan kapal perang untuk menatang China di LCS , bahkan negara di utara Benua Amerika itu mengajak NATO untuk memantau Laut China Selatan untuk melawan China

China telah mengajukan pernyataan keras kepada KanaQAda, menyusul pelayaran kapal perang Kanada melalui Selat Taiwan saat Hari Nasional China, 1 Oktober lalu.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional China Wu Qian mengatakan, tindakan kapal perang Kanada adalah ekspresi tidak ramah dan niscaya akan membuat hubungan bilateral dan militer yang sudah buruk menjadi lebih buruk.

Merespons komentar Menteri Pertahanan Kanada Harjit Sajjan bulan ini bahwa NATO perlu "memantau" aktivitas China karena tindakan di Laut China Selatan, Wu menyatakan, sebagai negara ekstrateritorial, Kanada telah membuat pernyataan yang tidak bertanggungjawab dan tuduhan tak berdasar terhadap Tiongkok.

China mengingatkan Kanada untuk melihat lebih dekat pada dirinya sendiri sebelum berteriak-teriak untuk mengawasi negara lain.

Tidak merusak kepentingan bersama

"China meminta Kanada untuk mengambil sikap bertanggungjawab dan berhati-hati dalam kata-kata dan tindakannya, agar tidak merusak kepentingan bersama kedua negara dan perdamaian dan stabilitas regional," tegas Wu, Kamis (29/10), seperti dikutip Global Times.

Sebelumnya, mengutip Aljazeera, Kementerian Pertahanan Taiwan menyebutkan, kapal korvet Kanada telah berlayar ke Selat Taiwan dari Laut China Selatan dan menuju ke arah Utara.

Angkatan Bersenjata Taiwan memantau kapal korvet Kanada saat berada di Selat Taiwan dan situasinya berjalan normal.

Tapi, Kementerian Pertahanan Taiwan tidak memerinci lebih lanjut.

Kapal perang Angkatan Laut Kanada pernah berlayar melalui Selat Taiwan, termasuk pada September tahun lalu.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved