Berita Waingapu Hari Ini

Hari Ini 13 Wilayah di Sumba Timur Berpeluang Hujan Ringan

Hari ada 13 wilayah di Kabupaten Sumba Timur yang berpeluang hujan dengan intensitas ringan

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Kepala Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda Sumba Timur, Elias L. Limahelu 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Hari ada 13 wilayah di Kabupaten Sumba Timur yang berpeluang  hujan dengan intensitas ringan. Sedangkan tujuh wilayah dengan kondisi berawan tebal.

Hal ini disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda Sumba Timur, Elias L. Limahelu saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Kamis (29/10/2020).

Menurut Elias, saat ini masih dalam suasana pancaroba, yakni dari musim kemarau ke musim hujan.

Baca juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, PMKRI Kefa Demo Tuntut Pemda TTU Segera Bayar Gaji Guru Kontrak

Untuk Kabupaten Sumba Timur, sekarang ini ada 13 wilayah yang diprakirakan mengalami hujan ringan.

"Sesuai hasil pengamatan, peluang hujan ringan di Kabupaten Sumba Timur terjadi di 13 wilayah. Sementar ada tujuh wilayah yang berpotensi terjadi awan tebal," kata Elias.

Baca juga: Kapolda NTT Berkunjungi ke Polres Sikka, Ini Yang Dilakukan

Dijelaskan, sesuai data prakiraan cuaca yang diperoleh dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, juga menyebutkan ada 13 wilayah di Sumba Timur yang berpeluang mengalami hujan dengan intensitas ringan.

Dia merincikan ke-13 wilayah itu adalah, di Kecamatan Kahaunga Eti, Kambata Mapambuhang, Karera, Katala Hamu Lingu, Lewa, Lewa Tidahu, Mahu, Matawai La Pawu, Ngadu Ngala, Nggaha Ori Angu, Paberiwai, Pinu Pahar dan Kecamatan Tabundung.

Sedangkan tujuh wilayah yang mengalami awan tebal, yakni di Kecamatan Haharu, Kanatang, Pahunga Lodu, Pandawai, Umalulu , Kota Waingapu dan Kecamatan Wula Waijelu.

Elias juga mengatakan, saat ini di NTT umumnya sedang memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke penghujan, yang mana berpotensi adanya cuaca ekstrem.

Selaskan, beberapa ciri khas cuaca atau iklim di masa pancaroba, yakni, udara terasa panas di siang dan malam hari.bahkan terjadinya hujan yang umumnya turun pada siang dan sore hari.

"Hujan masih bersifat lokal dan sporadis (tidak merata) . Sementara potensi terjadi cuaca ekstrem berupa sambaran petir/lightning, angin kencang dan puting beliung," katanya.

Atas kondisi tersebut, Elias mengimbau masyarakat agar waspada dengan kondisi pancaroba. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved