China Tembakan Rudal ke Taiwan, Warga Panik, Amerika Langsun Krim Dua Kapal Induk, Ini Kronologisnya

Namun sejak saat itu, China tidak pernah mengakui kemerdekaan Taiwan dan menganggap negara pulau itu merupakan bagian dari China atau wilayah provinsi

Editor: Alfred Dama
wsj.net
Baru Kembali Terjadi Setelah Dua Dekade, Komposisi Kapal Induk Amerika di Laut China Selatan Ini Tunjukkan Rasa Frustasi AS dengan Polah Tiongkok 

China Tembakan Rudal ke Taiwan, Warga Panik , Amerika Langsun Krim Dua Kapal Induk, Ini Kronologisnya

POS KUPANG.COM -- Rencana China untuk menyerang Taiwan sudah ada sejak negara yang memisahkan diri dari pemerintahan Beijing sejak tahun 1949

Namun sejak saat itu, China tidak pernah mengakui kemerdekaan Taiwan dan menganggap negara pulau itu merupakan bagian dari China atau wilayah provinsi yang memberontak

China pernah nyaris menyerbu Taiwan dan sudah menembakan rudal hingga membuat kepanikan bukan saja rakyat Taiwan tapi juga seluruh dunia

Saat itu, Amerikan pun langsung mendatangkan dua kapal induk berserta grup tempurnya ke Selatan Taiwan

Saat ini mungkin ketegangan China dan Taiwan terdengar mengerikan, tapi ini ternyata belum apa-apa.

Pasalnya 24 tahun lalu, ketika Taiwan mempersiapkan pemilu pertamanya, China pernah pamerkan kekuatannya hingga membuat Taiwan panik.

Serangkaian latihan dengan meluncurkan rudal balistik ke Taiwan nyaris menyulut peperangan antara China dan Amerika.

Baca juga: Amerika Ketar Ketir, Rusia dan China Gabungkan Kekuatan Militer , Unggul Darat , Laut dan Udara

Baca juga: Syahrini Singgung Luna Maya Saat Istri Reino Barack Ditanya Sang Suami Selingkuh, Incess: Pasrah

Baca juga: Sifat Asli Puput Nastiti Devi Dibongkar Mbak You, Karakter Istri Ahok Bisa Rusak Rumah Tangganya

Baca juga: Bupati Tercantik Indonesia Dipenjara Dua Tahun, Sri Wahyumi Punya Koleksi Barang Mewah, Dilelang KPK

Rudal itu ditembakkan sekitar 56 km dari pelabuhan Co Long (Keelung) dan Kaohsiung, menyebabkan kepanikan di Taiwan.

Menurut 24h.com.vn, Senin (26/10/20) krisis yang terjadi di selat Taiwan itu terjadi tahun 1995-1996, mengganggu aktivitas penerbangan dan kerusakan ekonomi.

Banyak orang Taiwan bergegas memesan penerbangan ke AS, karena takut konflik militer akan terjadi, setelah China melakukan latihan perang dekat pulau Penghu.

Krisis itu, menarik perhatian Amerika hingga memamerkan kekuatan terkuatnya di Asia.

RUDAL Balistik Dongfeng 26 atau DF-26 milik China
RUDAL Balistik Dongfeng 26 atau DF-26 milik China (globalsecurity.org via warta kota)

Pemimpin Taiwan, Li Dang Huy, melakukan kunjungan ke AS, 7 Juli 1995, meminta AS meluncurkan rudal besar-besaran untuk menjamin perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.

Pada saat yang sama, China telah memobilisasi pasukan besar ke dekat Fujian tempat terdekat untuk mendarat di Xianmen yang dikuasi Taiwan, sekitar 10 km.

Banyak peluncuran rudal dan latihan tembak berlangsung 15-25 Agustus 1995.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved