Berita Mbay Hari ini

Kisah Warga Pautola Nagekeo Listrik Padam Hingga Sinyal Hilang

Jaringan telepon seluler ( sinyal) di sebagian wilayah Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo tergantung listrik

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Sejumlah warga di Kotaodo Desa Pautola Kecamatan Keotengah Kabupaten Nagekeo, Minggu (25/10/2020) sore. 

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Jaringan telepon seluler ( sinyal) di sebagian wilayah Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo tergantung listrik.  Jika listrik padam maka jaringan telepon seluler hilang total. Jika listrik nyala jaringan telepon baru muncul, itu pun sangat susah diakses. Yang jelas akses jaringan diwilayah itu tergantung listrik PLN.

Sinyal telepon saja sudah susah, apalagi akses jaringan internet, sangat jauh dari harapan masyarakat. Niat warga untuk bisa akses internet masih mengalami kendala diwilayah itu.

Sejumlah warga wilayah itu yang hendak mengakses internet harus ke Pantai Maunori dengan jarak sekitar 7 kilo meter lebih atau kurang lebih dua jam jika berjalan kaki.

Baca juga: Warga Pautola Sulit Pasarkan Kopra

Warga Pautola, Alfano (26) mengatakan kondisi itu sudah berlangsung lama. Memang beberapa tahun terakhir jaringan telepon atau sinyal sudah masuk ke wilayah itu, namun masih susah diakses. Kadang bisa diakses kadang juga sulit.

Jika hendak menepon keluarga atau sahabat bisa menuju ke tempat-tempat tertentu dengan berjalan kaki.

Baca juga: Harga Cengkeh Anjlok, Petani: Kami Pasrah

Alfano menyatakan setelah sinyal telepon sudah masuk diwilayah itu jaringan internet juga bisa diakses namun sangat kesulitan karena jaringan internetnya lemot.

"Jaringan telepon saja susah. Apalagi internet. Memang begini sudah di tempat ini. Kalau mau main internet harus ke Pantai Maunori," ujar Alfano saat dijumpai POS-KUPANG.COM di Kotaodo Desa Pautola, Minggu (25/10/2020).

Ia menyampaikan kebutuhan informasi yang seharusnya diakses melalui internet sangat sulit. Penerapan belajar online yang dicanangkan oleh pemerintah hanya berlaku di kota-kota besar.

Sebagian wilayah Nagekeo masih sangat sulit akses internet. Belajar online hanya bisa dibicarakan jika akses internet, listrik mendukung. Jika tidak itu hanya sebatas slogan yang bagi masyarakat desa hal itu susah dilaksanakan.

"Disini itu anehnya, jika sinyal telepon ada dan jaringan 4G itu ada. Dan jaringan 3G juga ada tapi tidak bisa akses. Sangat lemot. Telepon tidak bisa, sangat sedih sebetulnya. Apalagi kalau listrik padam, orang di kota online kami oh lain," ujarnya.

Listrik Sering Padam

Warga lain Kalis (27) mengaku diwilayah itu listrik milik PLN sering padam. Akibatnya jaringan atau sinyal total. Warga hanya bisa pasrah dan berharap listrik kembali nyala.

"Listrik dan jaringan diwilayah kami memang susah. Sangat susah," tegasnya.

Ia mengatakan jika ingin akses internet warga terpaksa di pusat Kecamatan atau ke Pantai Maunori. Karena disana akses internet sangat lancar.

Sementara di Kotaodo hanya bisa menunggu listrik nyala kembali. Semua masyarakat berharap agar ini menjadi perhatian pihak terkait. Saat ini listrik menjadi kebutuhan mendesak.

Jika listrik aman otomatis jaringan atau sinyal lumayan bagus. Namun jika sebaliknya, maka warga yang bisa bersabar. Menunggu keajaiban ditengah penantian sinyal seluler. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved