Breaking News:

Berita Atambua Hari Ini

Pjs. Bupati Belu Ajak Masyarakat Desa STBM Jaga Pola Hidup Sehat

Pjs. Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM mengajak masyarakat Desa Maneikun dan Desa Dualasi yang telah mendeklarasikan sebagai Desa STBM

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Pjs. Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan masyarakat Desa Maneikun dan Desa Dualasi, Selasa (20/10/2020). 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Pjs. Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM mengajak masyarakat Desa Maneikun dan Desa Dualasi yang telah mendeklarasikan sebagai Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM) untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Sebagai desa STBM, masyarakat harus menerapkan lima pilar STMB salah satunya stop buang air besar sembarangan (BABS). Masyarakat harus menggunakan WC.

"Hari ini kita deklarasikan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Saya ajak semuanya untuk selalu gunakan kamar mandi/WC yang ada," pinta Zaka Moruk.

Baca juga: Erasmus Sebut Uang Pecahan Rp 75.000 Alat Pembayaran yang Sah

Lebih lanjut, Zaka Moruk mengatakan, deklarasi yang dilakukan itu mendorong masyarakat agar menerapkan lima pilar STBM demi menjaga dan menjamin kesehatan diri sendiri dan orang lain di sekitar. Kebiasan-kebiasan membuang air besar sembarangan harus mulai dihentikan.

"Saya ajak semuanya agar gunakan kamar mandi/WC untuk buang air, tidak sembarangan lagi, serta selalu menerapkan 5 pilar STBM, " tegas Zaka Moruk.

Baca juga: Satgas Yonarmed 3/105 Tarik Bantu Lansia di Perbatasan RI-RDTL

Pjs. Buupati yang juga kepala Badan Keuangan Provinsi NTT ini mengatakan, menjaga pola hidup sehat dan bersih dalam berumah tangga dan bermasyarakat itu salah satunya dengan memiliki WC dan kamar mandi di rumah. Menjaga pola hidup bersih dan sehat dapat menjamin kesehatan masyarakat dari ancaman berbagai jenis penyakit seperti diare, DBD bahkan stunting. Apalagi di Lasiolat ada terdapat kasus stunting.

Menutup sambutannya, Pjs. Bupati Belu menyampaikan harapannya agar program STBM ini terus berlanjut di desa-desa se- Kecamatan Lasiolat. Kemudian, apa yang telah dideklarasikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai hari ini deklarasi tapi besok tetap saja buang air besar sembarangan

"Saya berharap program ini dilanjutkan, dan diimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Jangan hari ini kita deklarasi, besok sudah buang air besar sembarangan", harap Zaka Moruk bernada guyon.

Pantauan media, Deklarasi Desa STBM ditandai dengan pembacaan ikrar STBM oleh petugas dan diikuti oleh masyarakat Desa Maneikun dan Dualasi. Ikrar STBM disaksikan
Pjs. Bupati Belu bersama rombongan.

Pjs Bupati Belu bersama rombongan ketika tiba di Kantor Desa Maneikun disambut tarian likurai, sapaan adat (hase hawaka) dan pengalungan.

Selanjutnya Pjs. Bupati bersama rombongan menyaksikan demo cara cuci tangan dari siswa/siswi SDK Halibete serta yel-yel, kemudia Pjs. Bupati bersama rombongan mencuci tangan pada tempat yang sudah disediakan.

Untuk diketahui, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higienis dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan

STBM menekankan kepada 5 (lima) pilar perubahan perilaku higienis, yaitu, Stop buang air besar sembarangan (Stop BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum di Rumah Tangga (PAM RT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.
(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved