Breaking News:

Berita TTS Terkini

Raih Skor SKB 260, Kaleb : Mungkin Bukan Nasib Jadi PNS

Dalam regulasi sudah diatur beberapa tahapan untuk menentukan siapa yang berhak lulus jika ada peserta yang memiliki nilai yang sama

Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
PK/Dion Kota
Kaleb Manao, peserta SKB di Kabupaten TTS Area lampiran 

Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota

POS-KUPANG. COM | SOE - Kaleb Manao keluar dari ruang pelaksanaan SKB dengan wajah murung. Pasalnya, raihan nilai SKB-nya tak sesuai harapannya. Kaleb yang melamar pada formasi pengelolaan data keuangan hanya mampu meraih skor 260, nilai tersebut lebih rendah dari saingannya.

" Mungkin bukan nasib saya di situ (PNS). Nilai saya kalah dari saingan sayangan. Saingan saya meraih nilai SKB 310. nilai SKD-nya pun lebih tinggi dari nilai saya," ungkap Kaleb, salah satu peserta SKB di Kabupaten TTS, Rabu (7/10/2020) di aula Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten TTS.

Komisi 1 DPRD TTS bersama wakil ketua DPRD TTS, Religius Usfunan ikut memantau jalannya pelaksanaan SKB hari pertama yang berlangsung di aula BKPP Kabupaten TTS. Sebelum memantau pelaksanaan SKB, para wakil rakyat tersebut terlebih dahulu mencuci tangan dan melakukan pengukuran suhu tubu.

Usai melewati SOP protokol kesehatan tersebut, rombongan diterima sekertaris BKPP, Jhon Payon dan Rama, pegawai BKN Regional X wilayah Bali Nusra.

Dalam kesempatan tersebut, para wakil rakyat menitipkan harapan agar proses seleksi CPNS yang saat ini sedang berlangsung nantinya akan menghasilkan ASN yang berkompeten.

Wakil ketua DPRD TTS, Religius Usfunan juga menanyakan terkait penentuan siapa yang berhak lulus ketika ada dua peserta yang melamar memiliki nilai SKD dan SKB yang sama. Selain itu, dirinya juga menanyakan terkait kapan pengumuman kelulusan seleksi CPNS akan dilakukan.

" Kalau ada kasus dua pelamar pada satu formasi memiliki nilai yang sama, bagaimana panitia menentukan kelulusannya," tanya Usfunan.

Menjawab pertanyaan tersebut, Rama dari BKN Regional X menjelaskan, jika nilai SKD dan SKB dua orang peserta yang melamar pada satu formasi sama, maka penentuan kelulusan mengacuh pada kecepatan waktu peserta menyelesaikan SKD dan SKB.

" Kalau nilainya sama maka kita akan melihat dari segi waktu menyelesaikan ujian SKD dan SKB," jelasnya.

Ditambahkan sekertaris BKPP, Jhon Payon, sesuai regulasi, jika ada dua peserta yang memiliki nilai yang sama, untuk penentuan siapa yang lulus mengacuh pada beberapa hal.
Lampiran 33,

Jika nilai SKB-nya sama, maka dilihat skor nilai SKDnya. Siapa yang lebih tinggi, dia yang berhak lulus. Namun jika nilai SKB dan SKD nya masih sama, maka akan dilihat lagi, nilai TKP, TIU dan TWK yang tertinggi.
Namun jika masih sama juga, maka melihat pada IPK kedua peserta. Yang memiliki lebih tinggi dia yang dinyatakan lulus.

" Dalam regulasi sudah diatur beberapa tahapan untuk menentukan siapa yang berhak lulus jika ada peserta yang memiliki nilai yang sama," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 472 peserta dijadwalkan akan mengikuti SKB untuk memperebutkan 384 formasi.

Sekertaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten TTS, Jhon Payon yang ditemui POS-KUPANG.COM, Selasa (6/10/2020) di ruang kerjanya mengatakan, pelaksanaan SKB akan berlangsung selama 4 hari, terhitung sejak tanggal 7 hingga 10 Oktober mendatang bertempat di aula BKPP Kabupaten TTS. Saat ini, seluruh persiapan terkait pelaksanaan SKB, mulai dari komputer, jaringan internet, tenda ruang tunggu peserta telah disiapkan oleh panitia tingkat kabupaten. (din)

Kaleb Manao, peserta SKB di Kabupaten TTS
Area lampiran
Kaleb Manao, peserta SKB di Kabupaten TTS Area lampiran (PK/Dion Kota)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved