Kepsek SMA Sint Carolus Penfui Sebut Bulan Kitab Suci Jadi Program Andalan

dengan semangat itu SMA Katolik Sint Carolus menganggap hal itu sebagai sebuah spirit yang baik.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Kepala Sekolah SMA Katolik Sint Carolus Penfui, Fredus Kolo, S. Ag (01/10/2020) 

Kepsek SMA Sint Carolus Penfui Sebut Bulan Kitab Suci Jadi Program Andalan

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Gereja Katolik Universal menentukan bulan september sebagai bulan kitab suci, sehingga umat katolik seluruhnya diharapkan untuk jadikan kita suci sebagai terang sabda Allah di dalam kehidupan keluarga.

"Biasanya setiap tahun di paroki-paroki lakukan kegiatan perlombaan pada bulan kitab suci ini untuk memasyarakatkan kita suci ditengah umat," ujar kepala Sekolah SMA Katolik Sint Carolus Penfui, Fredus Kolo kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (01/10/2020).

Dikatakan Fredus, dengan semangat itu SMA Katolik Sint Carolus menganggap hal itu sebagai sebuah spirit yang baik.

"Jadi, melalui guru-guru agama disekolah, kami mencoba desain apakah bisa program ini dibawah kedunia pendidikan di sekolah," ungkapnya

Sehingga SMA Katolik Sint Carolus melihat program ini positif, maka dilakukan disekolah. Dan tahun ini kali kedua untuk dilaksanakan disekolah dengan menjadikan bulan kitab suci menjadi program andalan untuk kegiatan ekskul bagi anak-anak.

"Pada tanggal 1 september biasanya kami awali dengan kegiatan misa pembukaan. Namun karena pandemi Covid-19 ini, kami tidak lakukan itu, tetapi dibuka secara sederhana, kemudian anak-anak diminta perkelas untuk menentukan peserta mereka yang terbaik ikut berpacu di dalam perlombaan," jelasnya

Lebih lanjut kata Fredus, perlombaannya secara daring atau online, mereka lakukan dari rumah, menyiapkan panggungnya serta ada keterlibatan orang tua.

"Dengan video yang mereka kirimkan itu sangat luar biasa bagi saya. Sehingga bagi saya kegiatan dibulan kitab suci ini sangat baik," kata Fredus

Dirinya mengimbau sekolah-sekolah lain untuk guru-guru agamanya, mungkin bisa jadikan bulan kitab suci dijadikan sebagai model pendidikan karakter di rumah atau di sekolah.

Sehingga anak-anak mengasah ilmu pengetahuan praktis mereka dengan mengenal kitab suci, walaupun melalui perlombaan yang mengembangkan pendidikan karakter mereka.

"Tahun ini kami lakukan kegiatan perlombaan hanya beberap item perlombaan karena disebabkan oleh pandemi Covid-19 ini, jika dibandingkan dengan tahun lalu yang lakukan perlombaan dengan begitu meriah,"

Tiga item perlombaan itu adalah, lomba membawah renungan kitab suci, lomba narasi kitab suci dan lomba membaca kitab suci.

Ia memjelaskan, anak-anak diminta untuk membaca kitab suci dengan baik, bukan seperti mereka membaca novel atau bacaan lainnya.

Tarif Listrik Golongan Rendah Turun Mulai 1 Oktober 2020, Yuk Kepoin

Ketua DPRD Kota Kupang Tutup Sidang III, Ingatkan Beberapa Hal Penting untuk Pemerintah

DPR RI Anita Gah Sebut Mahasiswa UPG 45 Pantas Dapatkan Beasiswa

"Membaca kitab suci itu harus biasakan untuk dilatih, maka lewat perlombaan ini guru-guru agama disekolah membantu anak-anak untuk bagaimana caranya membaca kitab suci yang baik," pungkas Fredus.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RAY REBON)

Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved