Pemkab Sumba Timur Belum Pertimbangkan PSBB, Begini Alasannya

saat ini memang pemerintah setempat belum mempertimbangkan penerapan PSBB, karena perlu ada kajian.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy,S.H,M. Si 

Pemkab Sumba Timur Belum Pertimbangkan PSBB, Begini Alasannya

POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur belum mempertimbangkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meskipun belum mempertimbangkan, namun pemerintah tetap mengikuti perkembangan kasus Covid-19 khususnya di Sumba Timur.

Hal ini disampaikan Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy, S.H,M.Si , Rabu (30/9/2020).

Menurut Domu, saat ini memang pemerintah setempat belum mempertimbangkan penerapan PSBB, karena perlu ada kajian.

"Kita harus lihat lagi perkembangan kasus yang terjadi khususnya di Sumba Timur. Karena itu, kita masih harus mempertimbangkannya," kata Domu.

Domu yang juga Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur ini menjelaskan, saat ini kasus positif Covid-19 di Sumba Timur masih ada dua yang menjalani isolasi di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu. Sedangkan, sebelumnya ada lima orang yang telah sembuh.

"Jadi untuk penerapan PSBB di Sumba Timur tentu kita akan lihat lagi dari perkembangan kasus yang ada. Kita harus lihat situasinya dulu," kata Domu.

Sebelumnya, Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora,M. Si mengatakan, Kabupaten Sumba Timur belum bisa menerapkan PSBB.

Gidion menyampaikan hal ini saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Selasa (29/9/2020).

Menurut Gidion, untuk PSBB tentu di Sumba Timur belum bisa diterapkan, apalagi jumlah kasus sembuh terus bertambah.

"Kita belum bisa terapkan PSBB, Meski begitu kita juga akan terus melihat perkembangan kasus. Saya dapat informasi bahwa pasien yang sembuh di Sumba Timur juga bertambah," kata Gidion.

Dijelaskan, kasus positif yang terjadi sejak akhir Agustus 2020 sampai saat ini berjumlah sembilan orang dan dua orang meninggal. Tujuh orang yang menjalani perawatan juga sudah banyak yang sembuh.

Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni, Kadis PRKP Kupang Sebut Alokasi Anggaran Bervariasi

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat : Kota Maju Wajib Pedestrian Harus Bagus

Matim Masuk Zona Merah, 1 Warganya Terkonfirmasi Positif Covid-19

"Pasien yang dirawat juga kondisinya sehat-sehat. Bahkan sudah ada yang sembuh dan masih ada dua yang dirawat. Karena itu kalau ada penambahan kasus nanti kita pertimbangkan untuk PSBB nanti," katanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved