Opini Pos Kupang

Mengungkap Saktinya Pancasila Sebagai Rumah Pemersatu

Mengungkap Saktinya Pancasila Sebagai `Rumah' Pemersatu (Refleksi di Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2020)

Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto Mengungkap Saktinya Pancasila Sebagai Rumah Pemersatu
Dok
Logo Pos Kupang

Mengungkap Saktinya Pancasila Sebagai `Rumah' Pemersatu (Refleksi di Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2020)

Oleh : Wardy Kedy, Alumnus Magister Psikologi UGM

Pancasila rumah kita -Rumah untuk kita semua.
Nilai dasar Indonesia -Rumah kita selamanya

POS-KUPANG.COM - Penggalan lirik lagu `PANCASILA RUMAH KITA' karya Frangky Sahilatua mengawali tulisan singkat saya untuk merenung Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2020 sembari melihat kembali efek dari saktinya Pancasila yang sudah mempersatukan kita selama ini.

Sesuai dengan penggagas awal, Soekarno, Pancasila diusulkan sebagai dasar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para founding fathers menghendaki Pancasila dijadikan dasar pengelolaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan masyarakat yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Oleh Bung Karno dinyatakan bahwa Pancasila merupakan philosofische grondslag, suatu fundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, merupakan landasan atau dasar bagi Negara merdeka yang akan didirikan. Selanjutnya dikemukakan pula bahwa Pancasila, di samping berfungsi sebagai landasan bagi kokoh-tegaknya negara-bangsa, juga berfungsi sebagai bintang pemandu dan sebagai ideologi nasional.

Produktif di Tengah Pandemi, Siswi SMA Recis Bajawa Juara 2 Ajang FLS2N

Begitu penting kedudukan Pancasila bagi bangsa Indonesia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga gagasan dasar yang berisi konsep, prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila harus berisi kebenaran yang tidak dapat disangsikan.

Dengan demikian, rakyat siap menerima, meyakini dan menerapkannya dalam kehidupan yang nyata; dan selanjutnya dijaga kokoh dan kuatnya gagasan dasar tersebut sehingga mampu mengantisipasi perkembangan zaman.

Dihadiri Berbagai Kalangan, Sotis Hotel Launching Es Kopi Sotis

Karena itu, untuk memelihara, memperkokoh dan mensosialisasikan Pancasila, maka para penyelenggara negara dan seluruh warga wajib memahami, meyakini, dan melaksanakan kebenaran nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Catatan Sejarah Bangsa

Setiap bangsa di dunia memiliki peristiwa/sejarah masing-masing terhadap kelangsungan hidup dari bangsa dan negaranya. Untuk mengetahui suatu peristiwa atau kejadian dari suatu bangsa kita perlu untuk mengetahuinya dari sejarah. Pentingnya peranan sejarah bagi pengetahuan seseorang menuntut setiap pribadi mempelajari peristiwa-peristiwa masa lampau, khususnya peristiwa yang terjadi pada bangsa Indonesia.

Mempelajari sejarah berarti memberikan harapan kepada setiap individu dapat memahami suatu perkembangan dan pola pemikiran, sehingga dari sejarah yang dipelajari itu akan tumbuh ilmu pengetahuan dan pelajaran hidup yang dapat diambil. Setelah itu, hal yang baik dikembangkan dalam kehidupan pada bidang sosial, politik, kebudayaan, dan sebagainya.

Sejarah telah membuktikan, betapa ampuh dan mendarah-dagingnya Pancasila sebagai keperibadian bangsa Indonesia dan dasar Negara Republik Indonesia dalam menghadapi semua tantangan dan rintangan dari pihak atau aliran yang anti Pancasila.

Sejak berdirinya Negara yang di Proklamasikan 17 Agustus 1945 dan berdasarkan Pancasila, telah berulang kali terjadi tragedi nasional. Hal tersebut dapat kita lihat dan kita buktikan dengan terjadinya pemberotakan, diantaranya PRRI/Permesta, DI/TII dan lain sebagainya, yang seluruhnya dapat digagalkan.

Yang merupakan ujian terberat bagi keampuhan dan kesaktian Pancasila adalah pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia, di mana seluruh kekuatan dan kemampuan dari pengkhianatan G-30-S/PKI digunakan dalam segala bentuk dan cara untuk melakukan gerakan dan tipu daya jahat, yang hampir-hampir dapat mengelabui rakyat untuk membelokkan jalanya hidupnya dari nilai Pancasila.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved