Salam Pos Kupang
Kita Tidak Disiplin
KASUS terkonfirmasi positif Covid-19 melonjak tajam dalam beberapa minggu terakhir.
POS-KUPANG.COM - KASUS terkonfirmasi positif Covid-19 melonjak tajam dalam beberapa minggu terakhir. Hingga Senin (28/9/2020) total pasien Covid-19 di NTT mencapai 406 orang. Bahkan hingga Selasa (29/9/2020) pagi, total pasien yang meninggal menjadi tujuh orang.
Kontribusi terbesar pada jumlah ini berasal dari pelaku perjalanan dari luar NTT, yang kemudian berkontribusi terhadap peningkatan jumlah kasus transmisi lokal. Sejumlah kabupaten yang sebelumnya bertahan dengan zona hijau kini berubah menjadi zona merah. Kota Kupang bahkan dikategorikan sebagai zona coklat.
Meluasnya penularan Covid-19 di NTT menimbulkan kekhawatiran bahkan kepanikan. Tidak hanya di kalangan masyarakat. Pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota pun tidak bisa menyembunyikan kepanikannya. Wali Kota istruksikan pesta dilarang.
Tetapi belum juga instruksi itu mulai dilaksanakan, kebijakan pun segera berubah lagi. Yang ingin menyelenggarakan pesta harus melapor pemerintah terlebih dahulu agar jumlahnya dibatasi dan taat protokol kesehatan.
• Peduli Masyarakat, TNI Kodim 1601 Sumba Timur Salurkan Sembako
Covid-19 memang luar biasa daya tular dan daya mematikannya. Semua kalangan mulai dari para pejabat hingga masyarakat biasa sudah mafhum. Apalagi hingga sekarang pun belum ada vaksin untuk virus itu.
Sejak awal sudah terus diingatkan untuk waspada. Kalau tidak perlu sekali, lebih baik tetap di rumah. Yang terpaksa keluar rumah, seperti ke tempat kerja atau ada urusan yang sangat penting wajib mematuhi protokol kesehatan: sering cuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, memakai masker, jaga jarak dan menjaga imunitas tubuh.
Dalam kenyataan, banyak yang tidak disiplin, tidak jujur bahkan terkesan arogan. Ada yang tidak mau pakai masker. Kalaupun pakai, ada yang hanya menempel di dagu, sementara mulut dan hidungnya dibiarkan terbuka.
Ada yang diam-diam melakukan perjalanan ke zona merah atau punya riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi positif, lalu pulang tidak memberitahukan riwayat perjalanan dengan jujur, tidak mau isolasi diri bahkan ada yang tidak mau test kesehatan (rapid test dan swab test).
Padahal semua sudah tahu bahwa positif Covid-19 tidak selalu menunjukkan gejala. Ada juga OTG (orang tanpa gejala), tetapi bisa menular dan membahayakan orang yang rentan atau punya penyakit bawaan.
Sungguh disayangkan bahwa perilaku ini juga dipraktikkan oleh para pejabat publik. Buktinya sekarang muncul istilah kluster perkantoran. Itu artinya, para pejabat publik juga tidak disiplin dan tidak taat protokol kesehatan.
Terlalu paksa diri untuk menjalankan tugas ke daerah-daerah zona merah. Padahal teknologi informasi saat ini sudah sangat memadai untuk melakukan konsultasi dan menyampaikan laporan secara virtual. Mau cari apa?
Kita berharap supaya semua elemen, termasuk para pejabat agar disiplin dan memberi teladan yang baik dalam mematuhi protokol kesehatan. Sedapat mungkin hindari peseta dulu. Hanya dengan cara demikian kita bisa menghambat penularan Covid-19 sambil terus berdoa agar upaya membuat vaksin Covid-19 segera mencapai tahap akhir.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketimpangan-pendapatan-patologi-inheren-perekonomian.jpg)