Jumat, 24 April 2026

Gubernur NTT : Presiden Jokowi Cinta NTT Terutama Kota Kupang

Saya pastikan semua proposalnya yang datang dari pusat, mungkin semuanya tidak. Tetapi 50 persen pasti dijawab

Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam Kunker dengan Pemkot, Rabu (30/09/2020) 

Gubernur NTT : Presiden Jokowi Cinta NTT Terutama Kota Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat saat lakukan kunjungan kerja (Kunker) dengan Pemerintah Kota Kupang bertempat di Pantai Lasiana Kota Kupang mengatakan, ini kesempata kita, karena presiden Jokowi sangat cinta NTT terutama Kota Kupang.

"Kapan hari Presiden kita sudah minta supaya kota kupang tambah lagi lampu jalannya disiapkan dengan baik, dan air bersih pun kita harus rencanakan dengan baik, minta sumber air propinsi punya berapa, kota kupang punya berapa, ditambah minta pusat juga, mumpung presidennya cinta kita," ujar Gubernur NTT saat Kunjungan kerja dengan pemkot, Rabu (30/09/2020).

Dikatakan Gubernur Viktor, kita tidak dapat presiden seperti ini lagi, nanti pergantian presiden 2024 belum tentu sama seperti saat ini.

Dalam kesempatan itu, Kata Gubernur NTT kepada Walikota kupang, agar meminta sebanyak-banyaknya kepada presiden Jokowi selagi masih memperhatikan propinsi NTT.

"Saya pastikan semua proposalnya yang datang dari pusat, mungkin semuanya tidak. Tetapi 50 persen pasti dijawab," tegasnya

Waktu itu saat semua calon Sekda maju dan bertemu dengan dirinya, ia berikan pesan kepada mereka (calon sekda) apabila mereka berhasil itu jika kotanya bersih, dan tidak boleh harus dikantor.

Ia menyampaiakn, bahwa pentingnya kolektif itu cuman satu hal yaitu aspek dari waste management (manajemen sampah). Satu saja kita problem, itu menandakan problem berat.

"Satu saja masalahnya. Kita belum sampai ke TPA atau daur ulang, sehingga ini perluh di manage. Karena itu waste management perlu kita tempatkan dengan baik," tambahnya

Perlukah bak sampahnya itu dipinggir jalan protokol,? tidak perluh.

Seluruh bak-bak sampah atau tempat-tempat sampah kecil yang tertutup itu disimpan di tempat-tempat tertentu agar masyarakat yang lewat bisa membuang sampahnya pada tempat-tempat tersebut.

9 Indikator Kategori Yang Buruk Sebabkan Indeks Demokrasi Indonesia NTT Turun

KPID NTT Tancap Gas Meliterasi di Masa Pandemi Covid-19

Ketua MUI Ngada Imbau Pelaku Perjalanan Taati Protokol Kesehatan

Sehingga hal-hal ini perluh didesain dan dimana titiknya. Supaya RT dengan lurah juga bertanggungjawab, karena yang pertama lurah kota itu harus bersih dan terang, itu wajib. Serta binatang-binatang yang dipelihara didalam kota pelan-pelan harus keluar dan ini hebat. Tegas Gubernur Viktor.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved