KPID NTT Tancap Gas Meliterasi di Masa Pandemi Covid-19
semangat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam mengeksekusi program dan kegiatan di tahun 2020.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
KPID NTT Tancap Gas Meliterasi di Masa Pandemi Covid-19
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, tak menyurutkan semangat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam mengeksekusi program dan kegiatan di tahun 2020.
Setelah sempat mengikuti anjuran work from home (WFH) pada akhir Bulan Maret hingga pertengahan Juni 2020, kini berbagai program dan kegiatan mulai digelar dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan dan penanganan covid 19.
Pada bulan Juli, Agustus dan September KPID NTT menggelar evaluasi dengan pendapat (EDP) dan Pra EDP terhadap beberapa lembaga penyiaran televisi dan radio sebagai tahapan penting menuju perpanjangan izin penyelenggaraan penyiaran (IPP) tetap.
Di akhir Bulan September 2020 ini, KPID NTT kembali menggelar kegiatan literasi media. Terhitung Selasa (28 September sampai Kamis 1 Oktober) sejumlah komisioner KPID NTT turun ke daerah-daerah untuk menggelar kegiatan literasi media melalui LP Radio baik swasta maupun (lembaga penyiaran publik lokal) LPPL.
“Meski pandemi ini belum ada tanda-tanda akan berakhir, kita tetap gelar kegiatan. Kita tancap gas dengan tetap mematuhi protokol covid 19," kata Ketua KPID NTT, Fredrikus Royanto Bau dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM pada Rabu (30/9).
Ia menjelaskan, para komisioner KPID telah melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah untuk melaksanakan literasi radio.
"Minggu ini, teman-teman komisioner sudah ke daerah untuk literasi media melalui radio. Kepada komisioner yang bertugas agar tetap patuhi protokol covid 19 di tempat kegiatan. Corona ada di mana-mana saat ini dan virus ini tidak berpindah dengan sendirinya. Dia berpindah karena dibawa oleh manusia, Jangan sampai bawa pulang virus ke keluarga masing-masing,” kata pria yang akrab disapa Eddy Bau.
Dijelaskan, literasi media sangat penting dilakukan khususnya kepada mahasiswa dan siswa siswi dengan maksud agar ada pemahaman bagaimana mengakses, menganalisis dan mengevaluasi media. Para mahasiswa atau siswa siswi cerdas dan kritis dalam memilih dan memilih media serta konten mana yang harus dikonsumsi.
Diharapkan, dengan literasi media ini, siswa serta mahasiswa dapat mengetahui hal yang boleh dan tidak boleh siarkan dalam media penyiaran, dapat memilih tayangan mana yang layak dan tidak layak untuk ditonton, siswa siswi dan mahasiswa secara cerdas dan kritis dapat mengetahui maksud dari suatu tayangan, Agar siswa/i dan mahasiswa tidak menjadi seorang pengguna pasif media penyiaran.
Untuk diketahui, Literasi media dilakukan melalui radio di Kabupaten Kupang oleh Komisioner KPID NTT, Jack Lau, di Kabupaten TTS oleh komisioner Gasim, di Kabupaten Belu oleh Komisioner Onesimus Lauata, di Kabupaten TTU oleh komisioner Yuliana Tefbana, di Kabupaten Rote Ndao oleh komisioner Yosef Kolo, di Kabupaten Sabu Raijua oleh komisioner Desiana Rumlaklak.
• ANDA Tahu Siapa Dalang G30S? Berikut 5 Versi, dari PKI, Konflik Internal AD, Soeharto hingga CIA
• Amppera Desak BPKP NTT Segera Serahkan Hasil Audit Kasus Awololong ke Penyidik Tipikor Polda NTT
• Ketua MUI Ngada Imbau Pelaku Perjalanan Taati Protokol Kesehatan
Khusus untuk pengawasan siaran Pilkada pada 9 daerah di NTT, KPID NTT akan melakukan pemantauan ke sejumlah daerah sesuai jadwal yang telah ditentukan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )