Breaking News:

Membantu Kaum Difabel Akses Pekerjaan dan Miliki Usaha

Sebanyak 75 perempuan tulang punggung keluarga, penyandang disabilitas dan kelompok anak muda putus sekolah di Kabupaten Lembata

POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Kici Jacob, Manager Project PEIB LSM CIS Timor, saat melatih fasilitator pendamping kelompok rentan di Hotel Anisa, Kota Lewoleba, Rabu (23/9/2020) 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Sebanyak 75 perempuan tulang punggung keluarga, penyandang disabilitas dan kelompok anak muda putus sekolah di Kabupaten Lembata ditargetkan mendapat akses pekerjaan, membangun bisnis atau mengembangkan bisnis.

Target tersebut kini sedang dikerjakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) CIS Timor di Desa Dua Wutun, Kecamatan Nagawutun, Desa Pada dan Kelurahan Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.

Pemprov NTT Akhirnya Buka Jalan ke Lamalera Lewat Selatan

Lembaga non pemerintah yang bermarkas di Kota Kupang itu getol mengampanyekan prinsip inklusi atau tak seorangpun terpinggirkan (no one left behind).

Dalam mendampingi kelompok rentan di Lembata kali ini, CIS Timor menggunakan metode PSS (personalize social support). Metode yang dikembangkan untuk berfokus kepada individu.

Dini Hari Ada Gempa 4,6 SR di Kodi SBD

"Kami melakukan perekrutan fasilitator untuk mendampingi kelompok rentan yang ada di tiga wilayah yakni Desa Pada, Desa Dua Wutun, dan Kelurahan Selandoro. Prinsip yang kami tekankan di sini adalah prinsip Inclusi (no one left behind). Itu sebabnya focus untuk perekrutan kelompok pendampingan di Desa berfokus pada perempuan tulang punggung keluarga, penyandang disabilitas dan anak muda putus sekolah. Tiga kelompok yang kerap mendapat perlakuan diskriminatif," ujar Kici Jacob, Project Manager PEIB, LSM CIS Timor, Rabu (23/9/2020) di Lewoleba.

Untuk mempersiapkan pendampingan di lapangan, bertempat di hotel Ayunissa Lewoleba, CIS Timor mengadakan pelatihan bagi Komite dan Fasilitator Desa/Kelurahan guna mendampingi kelompok rentan tersebut.

"Pelatihan ini dilakukan selama sepekan, guna mempersiapkan fasilitator, yang akan mendampingi kelompok rentan yang sudah kami kategorikan," ujar Kici Jacob.

Dia mengurai dua target yang mau dicapai yakni, kelompok rentan ini dapat mengakses pekerjaan, membangun bisnis atau mengembangkan bisnis.

Disebutkan, selama ini kelompok rentan ini kerap mengalami diskriminasi.

"Kelompok rentan ini sulit mengakses layanan modal, akses pelatihan keterampilan. Nah ini yang mau kami dorong dalam project ini, supaya semua orang mendapatkan kesempatan yang satu dan sama. Itulah prinsip inklusi yang dari awal kami terapkan. No one left behind," ujar Kici Jacob.

Project yang berdurasi 9 bulan itu menargetkan 75 orang di Kabupaten Lembata, dapat mengakses pekerjaan memulai usaha baru atau mengembangkan usaha.

Selain di Kabupaten Lembata, LSM CIS Timor saat ini memperjuangkan prinsip inklusi (no one left behind) atau `semua orang memiliki kesempatan yang satu dan sama', di Kabupaten Manggarai Barat, Belu, Sumba Barat Daya, Alor dan Rote. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved