Zona Merah - Kegiatan Belajar Mengajar di Sumba Timur Masih Tetap Dari Rumah

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Sumba Timur masih menggunakan sistem belajar dari rumah

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Kepala Dinas Pendidikan Sumba Timur, Ir. Yunus D Wulang, M.Si 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Sumba Timur masih menggunakan sistem belajar dari rumah (BDR). Pemerintah tetap memantau kegiatan belajar agar tetap berjalan baik secara daring atau online maupun manual.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, Ir. Yunus D. Wulang,M.Si, Jumat (18/9/2020).

Menurut Yunus, terkait dengan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan dalam suasana Pandemi Covid-19 ini, ada beberapa hal yang telah dilakukan, pertama soal BDR bagi siswa SD dan SMP.

ASN Curi Uang Rp 10 Juta Milik Korban Imam Fauzi Diancam 7 Tahun Penjara

"Memang sejak Maret 2020 adanya Pandemi Covid-19, sistem belajar sudah dilakukan di rumah atau belajar mandiri. Bahkan, sampai saat ini kegiatan belajar mengajar juga tetap dari rumah," kata Yunus.

Dijelaskan, Sumba Timur sempat terkategori zona hijau kurang lebih satu bulan, namun pada 31 Agustus 2020, kembali menjadi zona merah.

"Karena itu, sistem BDR tetap dilakukan. Ada titik-titik yang ditentukan oleh guru, kemudian siswa bisa diawasi," katanya.

ASN Curi Uang Rp 10 Juta Milik Korban Imam Fauzi Karena Mau Biaya Nikah

Namun, lanjut Yunus, ketika ada titik untuk BDR, ternyata banyak siswa yang berkumpul, sehingga diputuskan agar tidak ada titik kumpul.

"Kita hindari jangan sampai terjadi kerumunan anak-anak yang bisa berdampak pada kesehatan mereka," ujarnya.

Dikatakan, ada guru yang terus melakukan pendampingan dengan harapan bahwa siswa yang berada di kelas bawah atau siswa baru, khususnya di SD, bisa belajar.

"Intinya, siswa baru di SD ini bisa membaca, tulis dan berhitung," katanya.

Dia mengakui, BDR diatur juga oleh masing-masing satuan pendidikan. Ada juga yang memberikan tugas kepada siswa, kemudian pada awal Minggu siswa mengantar tugas dan guru menyerahkan tugas baru.

"Jadi ada yang setiap hari Senin ada siswa ke sekolah antar tugas kemudian ambil tugas baru," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved