Pandemi Corona

Pesta Pernikahan Berujung Maut, 7 Orang Tewas dan Ratusan Lainnya Terinfeksi, Gegara Virus Maut Ini

Seremoni di gereja dilanjutkan dengan resepsi di Big Moose Inn, keduanya berlokasi di Millinocket kota kecil di AS yang berpopulasi 4.000 penduduk.

Editor: Frans Krowin
ist
ilustrasi pernikahan 

Faktor Kekebalan Tubuh

Faktor genetik atau faktor biologis bisa menjadi faktor mengapa seseorang bisa menjadi penyebar virus ke lebih banyak orang.

"Kalau anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, sel kekebalan atau antibodi yang tidak bekerja dengan baik, maka anda bisa menjadi penyebar virus lebih banyak," kata Professor Colignon.

Sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah disebabkan karena kurang tidur, stress, atau kondisi kesehatan lain, kurang fit, serta efek penggunaan obat.

Di sisi lain, sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat juga bisa mejadi masalah, menurut sejumlah pakar kesehatan.

Bila kekebalan tubuh tersebut menekan virus sampai tidak menimbulkan gejala, maka mereka yang sudah terpapar virus bisa secara tidak sadar menyebarkan ke yang lain.

Di China, seorang perempuan yang tidak memiliki gejala dan melakukan karantina mandiri setelah tiba dari Amerika Serikat, misalnya, dilaporkan menyebarkan virus ke 71 orang lainnya ketika dia menggunakan lift di komplek apartemennya.

Sejumlah pedagang Pasar Hardjodaksino Solo, Jawa Tengah mulai berjualan setelah tujuh hari tutup karena ada salah satu pedagang meninggal positif Covid-19, Selasa (21/7/2020).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Sejumlah pedagang Pasar Hardjodaksino Solo, Jawa Tengah mulai berjualan setelah tujuh hari tutup karena ada salah satu pedagang meninggal positif Covid-19, Selasa (21/7/2020).

 Risiko penyebaran mereka yang tak punya gejala

Masih belum jelas seberapa banyak penularan yang berasal dari mereka yang tidak punya gejala, namun diperkirakan angkanya sangat kecil dibandingkan mereka yang memang sudah memiliki gejala.

Menurut Profesor McLaws, penularan bisa terjadi sebelum seseorang memiliki gejala, dengan bukti yang menunjukkan 15 persen mereka yang mengidap virus tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Cara penyebaran Covid-19 yang paling umum adalah melalui partikel air liur saat sesorang batuk atau bersin.

Cairan yang berisi virus juga akan keluar dari mulut ketika berbicara, khususnya bisa kita sedang berteriak atau menyanyi.

"Seorang yang disebut superspreader adalah orang yang memproduksi lebih banyak cairan," kata Professor Collignon.

"Atau faktor yang terkait dengan penyebaran cairan tersebut. Jadi mungkin ada partikel yang lebih kecil yang terbang lebih jauh atau lebih banyak."

Boyamin Saiman Berharap, Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung RI Bukan Karena Tindakan Sabotase

Usai Periksa 131 Saksi, Kabareskrim Ungkap Unsur Pidana Dalam Kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung

Satu orang, dua kuman

Hal yang mengkhwatirkan Profesor McLaws adalah penyebaran besar bisa terjadi karena seseorang selain terkena virus corona, juga mengidap kuman lain, misalnya bakteri yang mengganggu pernapasan atau pencernaan.

Kekhawatirannya adalah mereka yang memiliki flu akan lebih banyak menyebarkan karena mereka lebih sering batuk atau bersin, atau kalau memiliki masalah pencernaan lewat kotoran.

Flu, pilek dan diare lebih sering menyebar di musim dingin, sehingga saat ini di Australia adalah masa yang beresiko tinggi.

"Kita khawatir musim dingin karena ini adalah musim batuk-batuk," kata Prof McLaws.
Cara pencegahan terbaik

Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama para Aparatur Sipil Negara (ASN) menegur pedagang-pedagang di Pasar Kebayoran Lama yang tak menggunakan masker, Senin (6/7/2020).KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama para Aparatur Sipil Negara (ASN) menegur pedagang-pedagang di Pasar Kebayoran Lama yang tak menggunakan masker, Senin (6/7/2020).

Profesor Collignon dari Rumah Sakit Canberra mengatakan tindakan seperti mencuci tangan, menjaga jarak dengan orang lain, menjalani tes dan karantina, bila memiliki gejala, sudah membuktikan bisa mencegah penyebaran virus.

Hal-hal itulah yang harus menjadi prioritas utama untuk dilakukan setiap orang.

"Kita bisa belajar dari beberapa peristiwa penyebaran besar, yang bisa kita lakukan adalah mengontrol tempat penyebaran, sseperti ruangan yang tertutup, dibandingkan mencari orang yang menyebarkannya."

Profesor McLaws setuju dengan pendekatan itu.

"Jadi persoalannya adalah adanya kesempatan yang memungkinkan virus menyebar, ini yang paling penting."

"Kita tidak boleh memberikan kesempatan apapun kepada virus ini." (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com: https://www.kompas.com/global/read/2020/09/18/152050870/pesta-pernikahan-jadi-superspreader-virus-corona-7-tewas-dan-177?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved