Breaking News:

Opini Pos Kupang

Media Exposure dan Partisipasi Politik Masyarakat Secara Online

Hajatan pesta demokrasi tidak akan berfungsi dan semarak tanpa adanya partisipasi politik dari masyarakat

Media Exposure dan Partisipasi Politik Masyarakat Secara Online
Dok
Logo Pos Kupang

Oleh :Wardy Kedy, Alumnus Magister Psikologi UGM

POS-KUPANG.COM - Hajatan pesta demokrasi tidak akan berfungsi dan semarak tanpa adanya partisipasi politik dari masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi, maka pesta demokrasi itu menjadi lebih baik, karena menunjukkan bahwa masyarakat sudah cukup memahami masalah politik, serta terlibat aktif dalam kegiatan dan prosesnya.

Sebaliknya, jika tingkat partisipasinya rendah, maka diindikasikan bahwa pesta demokrasi tersebut kurang ideal, karena dianggap bahwa masyarakat tidak memberikan perhatian serius terhadap persoalan kenegaraan maupun terhadap proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Pada bulan Desember yang akan datang, Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) akan berlangsung serentak di sejumlah daerah di Indonesia. Provinsi NTT-pun akan melangsungkan Pilkada di 9 Kabupaten, yakni, Kabupaten Sabu Raijua, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara, Sumba Timur, Sumba Barat, Ngada, Manggarai, dan Manggarai Barat. Para Kandidat atau pasangan calon (paslon) kepala daerah pun sudah mulai melakukan pendaftaran ke KPU masing-masing, (Pos Kupang, 4/9/20).

Bacabup di NTT Terpapar Covid-19, Begini Tanggapan Manajemen RSUD Prof WZ Johannes Kupang dan KPU

Jika melihat situasi yang ada sekarang, para kandidat atau calon kepala daerah sudah/sedang melakukan deklarasi dan mulai memperkenalkan diri kepada masyarakat. Akibat antusiasme masyarakat pendukung masing-masing paslon yang sangat tinggi, maka KPU pun membatasi jumlah orang yang datang mendaftarkan paslon jagoan mereka.

Dari adanya fakta ini, muncullah beragam respon yang diungkapkan masyarakat terhadap apa yang mereka peroleh baik secara online lewat media sosial, maupun secara langsung (offline).

Bagi saya, antusiasme masyarakat merupakan suatu fakta bahwa partisipasi politik masyarakat tersebut cukup tinggi. Karena itu, kita patut berbangga atas partisipasi yang secara perlahan mulai ditampakkan oleh masyarakat kita.

Reaktif Rapid Test di Nagekeo Terus Bertambah, Jubir: Pelaku Perjalanan dari Zona Merah

Lebih jauh dari itu, kita mungkin perlu melihat bahwa partisipasi politik masyarakat (khususnya di NTT) tidak bisa hanya didefinisikan sebagai bentuk keterlibatan seseorang untuk `memilih' atau `tidak' dalam proses pemilihan.

Akan tetapi, partisipasi politik harus dimaknai sebagai keterlibatan individu/kelompok terhadap berbagai proses yang terjadi dalam peristiwa memilih calon kepala daerah. Beberapa kegiatan partisipasi bisa dilakukan dengan aktivitas menghadiri beragam acara politik, bekerja untuk salah satu pasangan calon, menyumbangkan uang untuk kampanye, menggunakan atribut untuk mendukung salah satu paslon, serta mencoba meyakinkan orang lain untuk memilih paslon tertentu.

Partisipasi Politik Masyarakat Secara Online

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved